Musim Perdana Cristian Chivu di Inter Milan: Perkasa di Serie A, Terpuruk di Liga Champions

Cristian Chivu menjalani musim perdana yang penuh dinamika bersama Inter Milan. Di bawah arahannya, Nerazzurri menampilkan dua wajah berbeda antara kompetisi domestik dan Eropa.

Menurut laporan Corriere della Sera via FCInter1908, performa Inter di Serie A terbilang sangat impresif. Namun, situasi berbeda justru terlihat ketika mereka berlaga di Liga Champions.

Pelatih berusia 45 tahun itu sukses membawa Inter mendekati gelar Serie A ke-21. Dengan 12 pertandingan tersisa, Inter unggul 10 poin atas rival sekota mereka, AC Milan.

Keunggulan tersebut membuat peluang Inter mengamankan Scudetto terbuka lebar. Meski demikian, kegagalan di pentas Eropa tetap menjadi catatan penting dalam perjalanan musim ini.


Performa Gemilang di Serie A

Cristian Chivu nyaris memastikan Inter Milan meraih Scudetto pada musim debutnya sebagai pelatih kepala. Jarak 10 poin dari AC Milan menjadi modal krusial dalam perburuan gelar.

Dari 26 pertandingan liga, Inter hanya menelan empat kekalahan. Konsistensi tersebut menjadikan mereka sebagai tim paling stabil di Serie A musim ini.

Dengan 12 laga tersisa, peluang Inter mempertahankan posisi puncak klasemen sangat terbuka. Catatan statistik domestik pun mencerminkan efektivitas pendekatan taktik yang diterapkan Chivu.


Tersandung di Liga Champions

Berbanding terbalik dengan performa domestik, Inter justru gagal melangkah jauh di Liga Champions. Wakil Norwegia, Bodo/Glimt, menyingkirkan mereka di babak play-off dengan agregat 5-2.

Kekalahan tersebut membuat Inter absen dari babak 16 besar untuk pertama kalinya sejak musim 2020/2021. Hasil ini menjadi pukulan bagi reputasi Eropa Nerazzurri.

Secara statistik, Chivu mencatat lima kekalahan dari sepuluh laga Eropa pertamanya bersama Inter—angka yang kontras dengan dominasi mereka di kompetisi domestik.


Fokus ke Kompetisi Domestik

Usai tersingkir dari Liga Champions, Inter kini mengalihkan fokus sepenuhnya ke ajang domestik. Selain memimpin klasemen Serie A, mereka juga masih bertahan di Coppa Italia.

Di ajang tersebut, Inter telah mencapai babak semifinal dan akan menghadapi Como demi mengamankan tiket ke partai final.

Dengan peluang besar di Serie A dan Coppa Italia, Inter bertekad menutup musim dengan prestasi di level domestik. Cristian Chivu kini berupaya menebus kegagalan di Eropa melalui keberhasilan di kompetisi dalam negeri.

Mungkin Anda Menyukai