Bek Tarik Muharemovic menjadi sosok penting di balik keberhasilan Bosnia dan Herzegovina lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Dalam laga playoff yang penuh drama, Bosnia sukses menyingkirkan Italia lewat adu penalti, hasil yang sekaligus memupus mimpi Azzurri tampil di turnamen akbar tersebut.
Kemenangan ini terasa sangat emosional bagi Muharemovic. Di satu sisi, ia berhasil mewujudkan mimpi besarnya tampil di Piala Dunia bersama negaranya. Namun di sisi lain, ia juga harus “melukai” Italia, negara tempat ia berkarier bersama Sassuolo dan menjalin banyak hubungan dekat.
Usai pertandingan, Muharemovic langsung menyampaikan pesan penuh empati kepada publik Italia. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Bosnia tidak sedikit pun mengurangi rasa hormatnya kepada Italia dan para pemainnya. Baginya, Italia bukan sekadar lawan, melainkan bagian penting dalam perjalanan kariernya.
“Saya sangat menghormati Italia. Banyak teman dan saudara saya ada di sana,” ungkap Muharemovic. Ia juga berharap tidak ada kesalahpahaman atas pernyataannya di masa lalu, karena ia mengaku sangat bahagia menjalani karier di Negeri Pizza tersebut.
Pertandingan sendiri berlangsung sengit sejak awal hingga akhir. Situasi semakin sulit bagi Italia setelah Alessandro Bastoni menerima kartu merah. Meski bermain dengan 10 orang, Italia tetap memberikan perlawanan luar biasa dan memaksa laga berlanjut hingga babak adu penalti.
Muharemovic pun mengakui ketangguhan mental yang ditunjukkan Italia sepanjang pertandingan. Ia bahkan mengaku sedih melihat rekan-rekannya harus gagal melangkah ke Piala Dunia.
Di balik rasa haru tersebut, Muharemovic menegaskan bahwa ini adalah momen penting bagi kebangkitan sepak bola Bosnia. Ia percaya timnya memiliki potensi besar untuk membuat kejutan di Piala Dunia nanti.
“Ini baru permulaan. Bosnia telah kembali dan kami siap menunjukkan lebih banyak lagi,” tegasnya.
Kini, setelah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026, Muharemovic dan timnya mulai mengalihkan fokus untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan yang lebih besar di panggung dunia.
