Milomir Seslija Nilai Tantangan Persis Solo Musim Ini Jauh Lebih Berat Dibanding 2024

Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, menilai perjuangan timnya untuk keluar dari ancaman degradasi pada musim ini jauh lebih berat dibandingkan pengalaman sebelumnya bersama Laskar Sambernyawa.

Saat pertama kali menangani Persis Solo pada musim 2023/2024, situasi yang dihadapi Milo masih relatif terkendali. Kala itu, ia datang menggantikan Leonardo Medina ketika tim hanya berada dalam periode lima laga tanpa kemenangan dan belum terjerembap ke zona merah.

Kondisi tersebut sangat berbeda dengan yang terjadi pada BRI Super League 2025/2026. Saat ini, Persis berada di posisi terbawah klasemen dan dibayangi catatan negatif panjang, yakni 12 pertandingan tanpa kemenangan saat Milo kembali mengambil alih tim.

Bahkan dalam tiga laga awal masa kepemimpinannya musim ini, pelatih asal Bosnia-Herzegovina tersebut belum mampu menghentikan laju buruk. Persis selalu menelan kekalahan, sehingga perubahan signifikan belum terlihat.

Waktu yang Terbatas Jadi Kendala Utama

Milomir Seslija mengakui bahwa tantangan yang dihadapinya kali ini jauh lebih kompleks. Salah satu faktor terbesarnya adalah keterbatasan waktu untuk melakukan pembenahan menyeluruh.

Pada periode sebelumnya, ia memiliki keuntungan berupa jeda kompetisi sekitar tiga pekan. Waktu tersebut dimanfaatkan untuk evaluasi tim dan menggelar laga uji coba sebelum kompetisi kembali bergulir.

“Saya rasa situasi Persis sekarang jauh lebih sulit dibandingkan saat terakhir saya datang. Waktu itu kondisinya memang berat, tetapi sekarang tantangannya lebih besar,” ujar Milo.

“Dulu saya masih punya waktu untuk melakukan perubahan dan memperbaiki beberapa aspek. Sekarang, waktu yang tersedia sangat terbatas,” tambahnya.

Performa Tim Masih Stagnan

Milo juga secara jujur mengakui bahwa Persis belum menunjukkan perkembangan berarti dalam beberapa pertandingan terakhir. Ia menilai sejumlah aspek permainan masih berjalan di tempat.

“Saya tahu bagaimana mengelola situasi seperti ini dan saya punya keberanian untuk menghadapinya. Namun kami membutuhkan waktu. Saya tidak bisa menerima jika orang berkata ada perkembangan, sementara saya sendiri tidak melihat itu,” tegasnya.

Menurut Milo, Persis masih kesulitan memenangkan duel, menunjukkan reaksi di lapangan, serta menghentikan permainan lawan. Hal-hal tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim pelatih.

Harapan Dukungan Penuh Suporter

Di tengah situasi sulit ini, Milo berharap Persis Solo tetap mendapat dukungan dari para suporternya. Ia menilai kebersamaan menjadi kunci utama untuk bertahan di kasta tertinggi.

“Saya bisa mengakui bahwa ini adalah masa yang sangat sulit. Tapi Solo harus tetap bertahan di liga ini. Untuk mewujudkannya, kami harus tetap bersatu,” ucapnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kondisi mental tim, mengingat banyak klub lain juga menghadapi tekanan psikologis serupa. Upaya memperbaiki aspek tersebut terus dilakukan oleh tim pelatih.

Tren Negatif Belum Terputus

Hingga kini, Persis Solo masih belum mampu keluar dari tren buruk. Laskar Sambernyawa tercatat belum meraih kemenangan dalam 15 pertandingan terakhir.

Kemenangan terakhir Persis terjadi pada pekan pertama kompetisi, saat mereka menaklukkan Madura United dengan skor 2-1 di laga tandang. Sejak itu, hasil positif tak kunjung datang.

Akibatnya, Persis kini terdampar di dasar klasemen sementara dengan raihan tujuh poin dari 17 pertandingan, dan tekanan untuk segera bangkit semakin besar.


Mungkin Anda Menyukai