Masa depan winger Timnas Indonesia, Miliano Jonathans, tengah berada di titik krusial bersama FC Utrecht menjelang dibukanya bursa transfer musim dingin. Pemain berusia 21 tahun itu belum mampu mengamankan peran reguler di klub Eredivisie tersebut.
Minimnya kesempatan bermain membuat posisi Jonathans menjadi bahan evaluasi internal. Sepanjang musim 2025/2026, ia baru tampil dalam tujuh pertandingan liga dengan total waktu bermain 271 menit, sebuah angka yang jauh dari ideal bagi perkembangan pemain muda.
Situasi ini mendorong FC Utrecht mempertimbangkan opsi meminjamkan Jonathans pada Januari mendatang. Jika terus bertahan tanpa menit bermain yang memadai, karier sang winger dikhawatirkan akan stagnan.
Media Belanda Algemeen Dagblad pun menyoroti kondisi tersebut dan memberikan rekomendasi terkait langkah terbaik bagi sang pemain.
Diproyeksikan untuk Masa Depan
Dalam laporannya, Algemeen Dagblad menyebut Miliano Jonathans sebagai pemain muda yang sebenarnya memiliki nilai penting bagi FC Utrecht. Klub disebut masih menaruh kepercayaan terhadap potensinya sebagai bagian dari proyek jangka panjang.
Namun, mempertahankannya di tim utama saat ini dinilai terlalu berisiko. Oleh karena itu, opsi peminjaman ke klub yang bisa memberinya jam terbang dinilai lebih realistis.
“Miliano Jonathans dapat dipinjamkan jika ada klub yang mampu memberikan pengalaman serta waktu bermain yang cukup,” tulis Algemeen Dagblad dalam laporannya pada Selasa (30/12/2025).
Media tersebut juga menilai bahwa kepindahan Jonathans ke FC Utrecht terjadi terlalu cepat. Kembali ke klub lamanya, Vitesse, disebut sebagai alternatif ideal agar sang pemain bisa kembali berkembang.
Pernah Bersinar di Level Kedua
Sebelum bergabung dengan FC Utrecht pada Januari 2025, Jonathans tampil impresif bersama Vitesse. Di kasta kedua Liga Belanda musim 2024/2025, ia mencuri perhatian lewat kontribusi 11 gol dan empat assist dari 20 pertandingan.
Performa tersebut membuat FC Utrecht kepincut dan memboyongnya dengan nilai transfer yang kabarnya mencapai 300 ribu euro atau sekitar Rp5,9 miliar.
Namun setelah pindah, Jonathans kesulitan bersaing di tim utama. Ia bahkan beberapa kali harus bermain bersama Jong FC Utrecht, tim cadangan yang berkompetisi di Eerste Divisie.
Kini, peminjaman ke klub yang tepat dinilai sebagai langkah paling masuk akal agar winger kelahiran 5 April 2004 itu bisa kembali menemukan ritme permainan dan melanjutkan perkembangannya.
