Michael Carrick Lakukan Hal yang Gagal Diberikan Ruben Amorim di Manchester United

Michael Carrick langsung mencatatkan awal positif sejak ditunjuk sebagai pelatih interim Manchester United. Pada laga pertamanya, ia sukses membawa Setan Merah meraih kemenangan krusial.

Manchester United menaklukkan Manchester City dalam laga bertajuk Derby Manchester di Old Trafford, Sabtu (18/1/2026) malam WIB. Setan Merah menang meyakinkan dengan skor 2-0.

Dua gol kemenangan dicetak oleh Bryan Mbeumo dan Patrick Dorgu, sekaligus membalas kekalahan 0-3 yang dialami United pada pertemuan sebelumnya.

Atmosfer Old Trafford kembali bergemuruh berkat kemenangan di laga besar tersebut. Kehadiran City selalu menjadi pemantik semangat tersendiri, terlepas dari performa United sepanjang musim.

Sejak peluit awal dibunyikan, intensitas permainan Manchester United terlihat jauh berbeda. Tempo tinggi yang jarang muncul dalam beberapa bulan terakhir akhirnya kembali ditampilkan.

Perubahan sikap dan pendekatan permainan menjadi pembeda utama. Inilah aspek penting yang sebelumnya gagal diwujudkan di era Ruben Amorim.

Intensitas dan Mentalitas yang Berbeda

Michael Carrick membawa pendekatan yang membuat Manchester United tampil dengan keyakinan penuh. Para pemain bermain agresif, berani menekan, dan tidak ragu mengambil inisiatif sejak menit awal.

Sikap ini sejatinya sempat terlihat saat United tampil di Anfield pada masa kepemimpinan Amorim. Hasil positif kala itu membuktikan bahwa potensi tersebut memang ada.

Namun, masalah utama sebelumnya terletak pada konsistensi. Di bawah arahan Carrick, energi tersebut kembali muncul dan berujung pada raihan tiga poin penting.

Sayap Lebih Hidup dan Efektif

Carrick juga sukses menghidupkan permainan melebar sepanjang pertandingan. Aspek ini menjadi salah satu kelemahan utama Manchester United pada era Amorim.

Meski sistem sebelumnya mengandalkan wing-back, serangan dari sisi lapangan kerap tumpul. Banyak peluang terbuang akibat tempo yang lambat dan pola serangan yang mudah dibaca lawan.

Saat menghadapi Manchester City, kombinasi di kedua sisi lapangan berjalan lebih efektif. Pergerakan cepat membuat lini pertahanan lawan terus berada di bawah tekanan.

Peran Pemain Kunci di Laga Derby

Carrick mendapat kontribusi maksimal dari para pemain sayapnya. Diogo Dalot dan Amad tampil solid dalam membangun serangan dari sisi kanan.

Dominasi tersebut berbuah gol pembuka sebelum sisi kanan kembali menjadi sumber ancaman. Umpan silang Matheus Cunha akhirnya diselesaikan menjadi gol kedua yang mengunci kemenangan.

Di sisi kiri, kerja sama Luke Shaw dan Patrick Dorgu juga mencuri perhatian. Kombinasi rapi mereka beberapa kali memancing respons meriah dari publik Old Trafford.

Sikap Realistis Carrick dan Harapan Suporter

Meski meraih kemenangan besar, Michael Carrick memilih menahan euforia. Ia menegaskan bahwa satu hasil positif belum cukup tanpa konsistensi performa.

Menurut Carrick, level permainan seperti ini harus menjadi standar baru, bukan sekadar momen sesaat. Pesan tersebut disampaikan agar para pemain tidak cepat berpuas diri.

“Saya tidak ingin terbawa suasana. Ini baru satu hasil, tetapi perasaan dengan level performa seperti ini harus bisa dirasakan secara konsisten,” ujarnya.

Meski demikian, kemenangan ini telah menumbuhkan harapan besar di kalangan suporter. Jika tren positif berlanjut, tuntutan agar Carrick dipermanenkan sebagai pelatih kepala diyakini akan semakin menguat.

Mungkin Anda Menyukai