Kabar penunjukan John Herdman sebagai pelatih anyar Timnas Indonesia kian menguat. Media Kanada, Waking the Red, melaporkan bahwa pelatih asal Inggris berusia 50 tahun itu akan menukangi skuad Garuda, menggantikan Patrick Kluivert.
Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa Herdman menerima bayaran sekitar 40 ribu dolar AS per bulan atau setara Rp670 juta selama memimpin Timnas Indonesia.
“Mantan pelatih kepala Toronto FC, John Herdman, telah diangkat sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Faktor waktu dan nilai finansial disebut memainkan peran besar dalam kembalinya Herdman ke dunia kepelatihan internasional,” tulis Waking the Red, Sabtu (27/12/2025).
Nominal gaji tersebut membuat Herdman memilih tawaran dari Indonesia, meski ia sempat menerima beberapa pendekatan dari negara lain.
Pelatih yang pernah menangani Timnas Kanada itu juga dikabarkan masuk radar Federasi Sepak Bola Jamaika untuk menggantikan Steve McClaren. Namun, proyek jangka panjang dan nilai kontrak dari PSSI dinilai jauh lebih menarik.
Kontrak Dua Tahun dengan Opsi Perpanjangan
John Herdman dijadwalkan mulai menjalankan tugasnya pada 2026. Berdasarkan laporan media Kanada, ia menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun hingga 2030.
Setidaknya, Herdman diharapkan memimpin Timnas Indonesia hingga akhir masa jabatan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, pada 2027.
Tak hanya menangani tim senior, Herdman juga dipercaya membesut Timnas Indonesia U-23. Langkah ini bertujuan memperkuat kesinambungan pembinaan pemain muda agar talenta potensial bisa lebih cepat naik ke level senior.
“Struktur kontrak Indonesia, baik dari segi durasi maupun nilai finansial, terbukti menjadi faktor penentu bagi Herdman. Ia bahkan akan menghabiskan pergantian tahun untuk mempersiapkan Timnas Indonesia menghadapi Piala Asia 2027, dengan target minimal menembus perempat final,” lanjut laporan tersebut.
Rekam Jejak Mentereng John Herdman
Reputasi John Herdman dibangun kuat selama kiprahnya di Kanada. Ia mencatat sejarah sebagai pelatih pertama yang berhasil membawa tim putra dan putri dari satu negara tampil di Piala Dunia.
Pada periode 2011–2018, Herdman memimpin Timnas Putri Kanada meraih medali perunggu Olimpiade 2012 dan 2016, serta melaju hingga perempat final Piala Dunia Wanita 2015. Ia kemudian membawa Timnas Putra Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar, yang menjadi penampilan pertama mereka dalam 36 tahun.
“Setelah masa baktinya bersama Toronto FC di MLS, Herdman kini menghadapi tantangan yang sangat berbeda di Indonesia. Tantangan ini datang dengan ekspektasi besar, proyek yang jelas, serta gaji yang membuat kepindahan tersebut sulit untuk ditolak,” tutup Waking the Red.
