Mantan pemain Barcelona, Christophe Dugarry, angkat suara terkait kritik yang diarahkan kepada Kylian Mbappe dalam beberapa hari terakhir. Ia menilai sorotan berlebihan terhadap sang penyerang tidak sepenuhnya adil dan justru menutupi persoalan yang lebih besar di tubuh Real Madrid.
Mbappe menjadi sasaran kritik media-media Spanyol setelah gagal mencetak gol dalam dua pertandingan terakhir Los Blancos. Dalam periode tersebut, pemain berusia 27 tahun itu selalu tampil sebagai starter dan bermain penuh saat Madrid bertandang ke markas Benfica serta menghadapi Osasuna.
Meski dipercaya sejak menit awal dan mendapatkan waktu bermain maksimal, kontribusi Mbappe dinilai minim. Tidak ada gol maupun assist yang berhasil ia catatkan, situasi yang kemudian memicu anggapan bahwa sang megabintang mulai kehilangan ketajamannya. Sejumlah media bahkan menyebutnya kehabisan energi di fase krusial musim ini.
Namun Dugarry melihat persoalan tersebut dari sudut pandang berbeda. Menurutnya, performa seorang penyerang sangat dipengaruhi oleh kualitas permainan tim secara keseluruhan. Ia menegaskan bahwa tidak adil jika seluruh beban diletakkan di pundak Mbappe, sementara sejumlah pemain Madrid juga tampil di bawah standar.
Dugarry menilai bahwa permainan kolektif Madrid dalam dua laga itu kurang mendukung pergerakan Mbappe. Minimnya suplai bola matang dan kurangnya kreativitas di lini tengah membuat sang penyerang kesulitan menemukan ruang serta peluang bersih di depan gawang.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam musim panjang dan padat, wajar jika seorang pemain mengalami periode tanpa gol. Yang terpenting, kata Dugarry, adalah bagaimana tim mampu memberikan dukungan dan memperbaiki koordinasi antarlini agar produktivitas kembali meningkat.
Situasi ini menjadi ujian bagi Madrid, baik secara taktik maupun mental. Apakah mereka mampu segera bangkit dan membantu Mbappe kembali ke performa terbaiknya, atau justru tekanan dari luar akan terus memengaruhi stabilitas tim, akan terlihat dalam laga-laga berikutnya.
