Setelah Shayne Pattynama menjalani debutnya bersama Persija Jakarta saat menghadapi Arema FC pekan lalu, kini giliran Mauro Zijlstra yang mencatatkan penampilan perdananya.
Mauro masuk pada menit ke-75 menggantikan Gustavo Almeida saat Persija bertandang ke markas Bali United. Dalam situasi unggul 1-0, Macan Kemayoran memilih bermain lebih bertahan sehingga Mauro berperan sebagai penyerang tunggal di lini depan.
Meski hanya tampil sekitar 15 menit, penyerang Timnas Indonesia itu mengaku senang bisa menjalani debutnya.
“Kesempatan yang bagus bisa menjalani debut bersama Persija,” ujarnya.
Ia juga merasakan perbedaan atmosfer permainan dibanding kompetisi di Belanda. Menurut Mauro, intensitas laga di BRI Super League menuntut pemain untuk lebih banyak bergerak.
“Di sini lebih banyak berlari selama pertandingan,” jelasnya.
Selain tempo permainan, Mauro juga menyoroti atmosfer pertandingan di Stadion Dipta yang berlangsung meriah. Suporter tuan rumah menyalakan flare dan kembang api, bahkan sempat terjadi pelemparan botol dan kursi ke arah lapangan.
“Keramaian yang luar biasa. Sangat fantastis,” katanya singkat.
Adaptasi Mauro dan Situasi Shayne Pattynama
Sementara itu, asisten pelatih Persija, Ricky Nelson, menilai Mauro masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
“Mauro baru menjalani laga pertamanya. Belum maksimal, dan itu wajar untuk pemain yang menjalani debut. Dia masih dalam proses adaptasi,” ujar Ricky.
Ricky juga menanggapi belum masuknya Shayne Pattynama sebagai starter. Shayne sebelumnya melakoni debut dari bangku cadangan saat melawan Arema FC.
“Progress adaptasi Shayne sejauh ini bagus. Soal belum menjadi starter, itu keputusan pelatih kepala. Di latihan dia juga harus bersaing dengan pemain lain,” jelasnya.
Menurut Ricky, Shayne bersaing dengan Dony Tri Pamungkas di posisi bek sayap. Hingga kini, pelatih kepala Mauricio Souza masih memberikan penilaian positif kepada Dony sehingga ia tetap dipercaya sebagai pilihan utama.
