Pertandingan pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 antara Persija Jakarta dan PSM Makassar di Jakarta International Stadium, Jumat (20/2), digelar tanpa penggunaan Video Assistant Referee (VAR). Laga tersebut dimenangkan Persija dengan skor 2-1.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, menyayangkan absennya VAR dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, teknologi itu bisa membantu memperjelas keputusan-keputusan krusial di lapangan.
“Menurut saya sangat disayangkan tidak ada VAR. Dalam situasi yang meragukan, VAR seharusnya bisa membantu memperjelas,” ujar Souza.
Pentingnya Intervensi yang Tepat
Souza menegaskan bahwa VAR akan efektif bila digunakan sesuai prosedur dan tidak berlebihan dalam mengintervensi jalannya pertandingan.
“Terutama ketika intervensi VAR dilakukan dengan benar. Kalau justru ingin ‘memimpin’ pertandingan, itu bisa lebih mengganggu daripada membantu,” tegasnya.
Sudah Diberi Informasi Sebelumnya
Ia juga mengungkapkan bahwa pihak tim telah menerima pemberitahuan sebelum laga bahwa VAR tidak akan digunakan. Karena itu, Persija hanya bisa menerima situasi tersebut.
“Kami sudah diberi tahu sebelumnya bahwa tidak akan ada VAR, dan kami tidak bisa berbuat apa-apa,” jelasnya.
Dalam pertandingan itu, Persija unggul lewat gol Alaeddine Ajaraie (29’) dan Maxwell Souza de Lima (66’). PSM sempat membalas melalui Sheriddin Boboev (36’).
Persija sebenarnya sempat mencetak gol tambahan melalui Gustavo Almeida, namun dianulir wasit karena dianggap menyentuh tangan. Dalam tayangan ulang, bola terlihat mengenai bagian tubuhnya, memicu perdebatan di lapangan.
