Massimiliano Allegri Usai Kalahkan Cremonese 2-0: Pergantian Jitu, Derby Bisa Jadi Titik Balik Musim Milan

Kemenangan AC Milan atas Cremonese pada pekan ke-27 Serie A tidak diraih dengan mudah. Rossoneri harus menunggu hingga menit-menit akhir untuk mengamankan tiga poin. Justru karena itulah, kemenangan ini terasa semakin bernilai.

Bermain di Stadio Giovanni Zini, Minggu (1/3) malam WIB, Milan menang 2-0 berkat gol telat Strahinja Pavlovic dan Rafael Leao. Hasil tersebut menjaga posisi mereka di papan atas sekaligus mengembalikan kepercayaan diri tim setelah hasil kurang memuaskan sebelumnya.

Pelatih Massimiliano Allegri menilai kemenangan ini lahir dari kesabaran dan keputusan yang tepat. Ia menyoroti detail kecil dan respons taktis yang pada akhirnya menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat.

Lebih dari sekadar tiga poin, Allegri melihat kemenangan di Cremona sebagai pijakan penting menuju laga besar berikutnya: derby melawan Inter Milan yang berpotensi menentukan arah perburuan scudetto Serie A 2025/2026.


Pergantian Jitu dan Detail Penentu

Milan baru mampu memecah kebuntuan pada menit ke-89 sebelum menggandakan keunggulan di masa injury time. Menurut Allegri, momen tersebut lahir dari kecermatan membaca situasi dan kontribusi maksimal pemain pengganti.

Ia secara khusus menyinggung situasi cedera Davide Bartesaghi yang justru membuka ruang untuk pergantian krusial. Masuknya Pervis Estupinan menjadi salah satu titik balik laga.

Bek asal Ekuador itu terlibat dalam proses gol pembuka. Serangan dimulai dari aliran bola ke Luka Modric, dilanjutkan umpan silang Koni De Winter yang kemudian diselesaikan dengan baik oleh Pavlovic.

Berbicara kepada DAZN seusai laga, Allegri mengakui pertandingan berjalan sulit sejak awal.

“Cremonese adalah tim yang sulit dihadapi. Pada babak pertama mereka bermain dengan tempo sangat tinggi dan kami kesulitan menguasai bola,” ujar Allegri.


Modal Mental Jelang Derby Penentuan

Bagi Allegri, kemenangan ini memiliki arti lebih dari sekadar tambahan poin. Hasil tersebut sekaligus menjadi respons atas kekalahan sebelumnya dan suntikan moral penting menjelang derby.

“Penting untuk menang hari ini, menghapus kekalahan dari Parma, meraih tiga poin penting, semakin dekat dengan target kami, dan mempersiapkan diri dengan baik untuk derbi,” katanya.

Saat ditanya apakah laga kontra Inter menjadi kesempatan terakhir Milan dalam perburuan gelar, Allegri memilih bersikap realistis.

“Derbi adalah pertandingan luar biasa. Dalam laga seperti itu, apa pun bisa terjadi,” tutupnya.

Kemenangan di Cremona pun menjadi bekal berharga bagi Milan. Derby nanti bukan sekadar soal gengsi, tetapi juga bisa menjadi momentum penentu arah musim mereka.

Mungkin Anda Menyukai