Manchester United mulai merasakan hasil dari pembinaan akademinya. Selain nama JJ Gabriel, kini muncul talenta muda lain yang digadang-gadang siap menembus tim utama, yakni Shea Lacey.
Pemain berusia 18 tahun itu sempat mencuri perhatian sejak usia muda, termasuk saat mengalahkan Lamine Yamal di turnamen junior. Meski belum secepat Yamal menembus tim utama, potensi Lacey dinilai sangat besar.
Pelatih tim U-21 MU, Adam Lawrence, menyebut Lacey memiliki kemampuan teknis yang sudah berada di level tinggi. Ia bahkan menilai kualitas olah bolanya tidak jauh dari standar pemain tim utama.
Sejauh ini, Lacey sudah mencatatkan beberapa penampilan bersama tim senior. Namun, perkembangan fisik yang belum maksimal membuat proses adaptasinya berjalan lebih bertahap.
Meski demikian, pihak klub tetap optimistis. Lacey kini rutin berlatih bersama tim utama dan diproyeksikan akan mendapat peran lebih besar musim depan, sambil tetap menjaga menit bermain di level U-21.
Performa Lacey di tim muda juga cukup impresif. Dari 14 pertandingan, ia mampu mencetak sembilan gol dan tiga assist, menunjukkan kontribusi signifikan di lini serang.
Berposisi sebagai sayap kanan, Lacey dikenal fleksibel karena juga bisa dimainkan sebagai gelandang serang maupun di sisi kiri. Gaya bermainnya pun kerap dibandingkan dengan Lamine Yamal.
Peluang Lacey untuk naik ke level berikutnya juga dipengaruhi situasi tim utama. Jika Michael Carrick mendapat kepercayaan lebih lama sebagai pelatih, kans Lacey untuk berkembang di tim senior semakin terbuka lebar.
Dengan bakat dan perkembangan yang ada, Shea Lacey menjadi salah satu prospek paling menjanjikan bagi masa depan Manchester United.
