Marotta Konfirmasi Negosiasi Cancelo, Inter Milan Siapkan Opsi Tukar Pemain?

Inter Milan menutup tahun 2025 di puncak klasemen Serie A. Namun, performa tim asuhan Cristian Chivu dinilai belum sepenuhnya meyakinkan.

Kekalahan dari Bologna di semifinal Supercoppa Italiana menjadi catatan pahit penutup tahun. Kini, fokus Nerazzurri langsung beralih ke upaya memperkuat skuad pada bursa transfer Januari 2026.

Cedera serius yang menimpa Denzel Dumfries memaksa manajemen bergerak cepat. Presiden Inter, Giuseppe Marotta, secara terbuka mengonfirmasi adanya pembicaraan terkait kemungkinan kembalinya Joao Cancelo ke Italia, meski ia mengakui prosesnya tidak sederhana.

Lubang di Sektor Kanan

Absennya Dumfries meninggalkan kekosongan di sisi kanan, area yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Inter. Marotta menegaskan bahwa klub sejatinya tidak berambisi belanja besar, kecuali dalam situasi darurat seperti ini.

“Kami tidak memiliki kebutuhan khusus untuk mendatangkan pemain baru, kecuali jika peluangnya sangat jelas. Namun, Dumfries akan absen setidaknya beberapa bulan,” ujar Marotta kepada DAZN Italia.

Manajemen pun mulai mencari pemain dengan karakteristik dan kualitas yang sepadan. Nama Joao Cancelo, yang kini memperkuat Al-Hilal, mencuat sebagai kandidat realistis.

“Peluang ini memang muncul. Kami sedang mengevaluasinya. Saat ini masih fase awal dan kami akan melihat bagaimana perkembangannya dalam beberapa hari ke depan,” tambahnya.

Gaji Tinggi dan Opsi Tukar Guling

Meski menarik, mendatangkan Cancelo bukan perkara mudah. Bek asal Portugal itu mengantongi kontrak bernilai tinggi di Arab Saudi, angka yang sulit ditanggung klub-klub Italia secara penuh.

Rumor pun berkembang soal kemungkinan skema tukar pemain. Inter disebut berpotensi melepas bek tengah seperti Francesco Acerbi, yang bisa bereuni dengan Simone Inzaghi, mengingat Al-Hilal tengah mencari tambahan di lini pertahanan.

Marotta tidak menutup peluang tersebut, namun menegaskan pembicaraan belum memasuki tahap teknis.

“Cancelo memiliki kontrak yang sangat mahal dan tidak bisa sepenuhnya ditangani oleh klub Italia,” tegasnya.

Ia juga mengakui kebutuhan Al-Hilal akan bek tengah bisa menjadi faktor penentu dalam negosiasi.

“Kami tahu mereka sedang mencari bek tengah. Jika negosiasi masuk ke tahap yang lebih konkret, kami akan membahas elemen-elemen tersebut,” jelas Marotta.

“Kami hanya mencoba memperkuat sisi kanan yang saat ini melemah akibat cedera Dumfries,” lanjutnya.

Meredam Isu Frattesi dan Asllani

Selain soal pemain masuk, Marotta turut meredam isu terkait potensi pemain keluar. Davide Frattesi sempat dikabarkan diminati Galatasaray melalui skema pinjaman dengan opsi beli senilai €35 juta.

Namun, Marotta menegaskan belum ada tawaran resmi yang diterima klub.

“Jika seorang pemain ingin pergi, kami akan mengevaluasinya. Namun, Frattesi tidak berada dalam situasi itu,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa gelandang Timnas Italia tersebut masih menjadi bagian penting dari rencana Inter.

Sementara itu, Kristjan Asllani dikabarkan berpotensi dipulangkan lebih cepat oleh Torino dari masa peminjaman. Marotta mengaku belum menerima komunikasi resmi, namun Inter siap mencari solusi terbaik jika situasi tersebut benar-benar terjadi.

“Mengenai Asllani, kami belum berbicara dengan Torino. Ia berstatus pinjaman dan kami ingin tetap menghormati nilai pemain. Jika ia tidak melanjutkan di sana, kami akan berusaha mencarikannya klub baru,” pungkas Marotta.

Mungkin Anda Menyukai