Manchester United Siapkan Rencana Tak Lazim Usai Tren Positif di Era Michael Carrick

Jakarta – Atmosfer di internal Manchester United kini jauh lebih kondusif sejak Michael Carrick resmi menangani tim utama menggantikan Ruben Amorim yang didepak pada awal Januari lalu. Perubahan arah yang dibawa Carrick mulai terlihat jelas di atas lapangan.

Pelatih asal Newcastle tersebut langsung memberi dampak signifikan. Dua hasil besar berhasil diraih Setan Merah, yakni kemenangan 2-0 atas Manchester City dalam derby serta kemenangan dramatis 3-2 saat bertandang ke markas Arsenal di Emirates Stadium. Rentetan hasil itu mengangkat United ke posisi empat besar klasemen sementara.

Peningkatan performa ini turut mendapat sorotan dari legenda klub, Gary Neville. Mantan kapten MU tersebut mengaku kagum dengan perubahan yang terjadi di bawah arahan Carrick. Hal itu ia sampaikan dalam The Gary Neville Podcast usai laga di London Utara pekan lalu.

Neville menilai terdapat pergeseran mendasar dalam cara bermain United. Ia menyoroti meningkatnya intensitas permainan, organisasi tim yang lebih rapi, agresivitas saat bertahan, hingga kemauan para pemain untuk bekerja bersama saat tidak menguasai bola. Menurutnya, United kini jauh lebih sulit dikalahkan, terutama dalam situasi genting.

Setelah ini, MU dijadwalkan menjamu Fulham pada 1 Februari, sebelum menghadapi Tottenham Hotspur di Old Trafford pada 7 Februari. Jika tren positif terus berlanjut, tekanan agar Carrick dipertahankan sebagai pelatih kepala diyakini akan semakin kuat, mengingat kontraknya saat ini hanya berlaku hingga akhir musim.

Rencana Tur Pramusim yang Tak Biasa

Apabila Carrick tetap dipercaya menukangi tim, ia berpotensi memimpin Manchester United dalam tur pramusim yang tergolong langka pada musim panas 2026. Laporan media Inggris menyebutkan bahwa klub tengah merancang laga uji coba di Helsinki (Finlandia) dan Gothenburg (Swedia), wilayah yang sudah lama tak disambangi Setan Merah.

Terakhir kali MU tampil di Helsinki terjadi pada ajang Piala Eropa 1965 saat menghadapi HJK Helsinki. Sementara itu, kunjungan terakhir ke Gothenburg berlangsung pada 2016 ketika mereka berhadapan dengan Galatasaray dalam laga persahabatan.

Dalam beberapa tahun terakhir, United memang sempat menjalani pramusim di Norwegia dan Swedia. Namun, mereka belum pernah menjalani rangkaian laga pramusim di kawasan Skandinavia sejak 2012, saat menghadapi Valerenga dan Barcelona.

Tur resmi terakhir MU ke wilayah tersebut bahkan tercatat terjadi pada 1998, di era kepemimpinan Sir Alex Ferguson.

Piala Dunia Jadi Penghalang Tur Amerika

Selama tiga musim terakhir, Manchester United rutin memilih Amerika Serikat sebagai destinasi pramusim. Namun, opsi tersebut dipastikan sulit terwujud pada 2026 karena Piala Dunia akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada hingga pertengahan Juli.

Kebangkitan MU saat ini tak lepas dari kecermatan Carrick dalam memaksimalkan potensi skuad yang ada. Ia dinilai mampu meramu pendekatan taktis yang sederhana namun efektif, sesuai dengan kekuatan timnya.

Fondasi Kebangkitan Manchester United

Dalam waktu relatif singkat, Carrick berhasil membangun dasar permainan yang solid. Salah satu sorotan utama adalah kembalinya performa Casemiro. Gelandang asal Brasil itu, yang sempat diragukan, kini kembali menunjukkan peran vitalnya sebagai jangkar lini tengah di level tertinggi.

Mungkin Anda Menyukai