Manchester United Geram, Siap Protes Resmi ke PGMOL Usai Kontroversi Penalti

Manchester United dikabarkan akan melayangkan protes resmi kepada Professional Game Match Officials Limited usai keputusan kontroversial dalam laga melawan AFC Bournemouth yang berakhir imbang 2-2, Sabtu (22/3/2026) dini hari WIB.

Kontroversi bermula saat wasit Stuart Attwell tidak memberikan penalti ketika Amad Diallo dijatuhkan di kotak terlarang. Padahal sebelumnya, United sempat mendapat penalti dalam situasi serupa.

Pihak Setan Merah menilai Amad jelas dilanggar oleh Adrien Truffert. Namun, wasit justru membiarkan permainan berlanjut. Situasi semakin merugikan karena Bournemouth langsung mencetak gol lewat Ryan Christie dalam serangan berikutnya.

Tak berhenti di situ, Bournemouth kemudian mendapat penalti setelah Harry Maguire melanggar Evanilson—insiden yang dinilai mirip dengan pelanggaran terhadap Amad. Maguire bahkan diganjar kartu merah, membuat United harus bermain dengan 10 orang.

Manajemen United disebut sangat marah dan menilai terjadi inkonsistensi dalam pengambilan keputusan, termasuk oleh VAR.

Pelatih United, Michael Carrick, juga melontarkan kritik keras terhadap wasit.

“Setidaknya satu dari dua keputusan itu pasti salah. Jika yang pertama penalti, maka yang kedua juga harusnya penalti,” tegas Carrick.

Ia juga menyoroti dampak besar keputusan tersebut terhadap jalannya laga.

“Kami seharusnya mendapat penalti, tapi tidak diberikan. Mereka mencetak gol dan momentum langsung berubah,” tambahnya.

Selain penalti, United juga mempertanyakan tambahan waktu sembilan menit di akhir laga yang dinilai berlebihan.

Kekecewaan terhadap wasit bukan kali pertama terjadi musim ini. Sebelumnya, United juga merasa dirugikan dalam beberapa pertandingan, termasuk saat melawan Brentford dan Wolverhampton.

Kini, dengan serangkaian keputusan kontroversial tersebut, United berharap PGMOL di bawah kepemimpinan Howard Webb memberikan penjelasan serta evaluasi menyeluruh terhadap kinerja wasit.

Mungkin Anda Menyukai