Posisi manajer Timnas Indonesia masih belum terisi pada era kepelatihan John Herdman. Penentuan sosok yang akan mengisi jabatan tersebut kini berada di tangan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, bersama jajaran Komite Eksekutif (Exco).
Sebelumnya, posisi manajer Timnas Indonesia dipegang oleh Sumardji. Namun, perwira berpangkat Komisaris Besar Polisi itu memutuskan mundur setelah kegagalan di SEA Games 2025.
Usai melepas jabatan tersebut, Sumardji memilih fokus menjalankan tugasnya sebagai Ketua Badan Tim Nasional (BTN) serta tetap aktif sebagai anggota Exco PSSI.
“Saya masih belum tahu. Itu semua tergantung nanti Pak Ketua PSSI dan mungkin teman-teman Exco seperti apa,” ujar Sumardji kepada wartawan.
Sumardji: Tugas Manajer Tidak Ringan
Sumardji mengakui bahwa peran manajer Timnas Indonesia jauh dari kata sederhana. Tanggung jawabnya tidak hanya menyangkut urusan teknis, tetapi juga mencakup aspek kenyamanan dan kesejahteraan pemain.
“Jujur saja, tugas manajer cukup berat. Sekali lagi, cukup berat. Mungkin orang di luar menganggapnya ringan,” kata Sumardji.
“Selama ini yang saya alami sangat berat. Pertama, harus bisa memberikan rasa aman, nyaman, dan sejahtera bagi para pemain.”
Ia juga menyoroti besarnya tekanan publik yang melekat pada posisi tersebut.
“Tekanan publik pasti tertuju kepada manajer. Ketika tidak berhasil, manajer harus berani mengambil sikap dan bertanggung jawab,” imbuhnya.
Tetap Aktif di Struktur Sepak Bola Nasional
Sumardji menjabat sebagai manajer Timnas Indonesia sejak 2019, ketika tim masih dilatih Simon McMenemy. Ia tetap bertahan di posisi tersebut meski terjadi sejumlah pergantian pelatih dan dinamika di tubuh PSSI.
Selain menjabat sebagai Ketua BTN dan anggota Exco PSSI, Sumardji juga mengemban tugas sebagai Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC.
Kini, kursi manajer Timnas Indonesia masih menunggu keputusan resmi dari PSSI mengenai siapa sosok yang akan mengemban tanggung jawab tersebut di era baru kepelatihan.
