Manchester United tengah menikmati periode kebangkitan impresif di bawah arahan Michael Carrick. Namun, kiper utama Setan Merah, Senne Lammens, menegaskan bahwa lonjakan performa tersebut tidak lahir dari taktik rumit atau revolusi besar-besaran.
United baru saja menorehkan catatan langka dengan menumbangkan dua tim teratas Premier League secara beruntun. Setelah menaklukkan Manchester City 2–0 di Old Trafford, Bruno Fernandes dkk. melanjutkan momentum dengan kemenangan dramatis 3–2 atas Arsenal di Emirates Stadium—kemenangan liga pertama United di markas The Gunners sejak Desember 2017.
Rangkaian hasil positif itu mengangkat Manchester United ke peringkat keempat klasemen sementara. Euforia suporter pun terasa kental, bahkan nyanyian “We’re gonna win the league” menggema usai laga di London Utara.
Pengakuan Senne Lammens
Di balik performa menanjak tersebut, Lammens mengungkapkan bahwa Carrick tidak melakukan banyak hal “spesial” sejak menggantikan Rúben Amorim.
“Sejujurnya, tidak ada hal istimewa yang dia lakukan. Kami hanya kembali ke hal-hal dasar,” ujar kiper asal Belgia itu.
Menurut Lammens, Carrick lebih menekankan fundamental permainan: kedisiplinan bertahan, kerja sama tim, serta kejelasan peran setiap pemain di lapangan.
“Sepak bola itu soal dasar. Jika kami melakukannya dengan benar, kualitas pemain akan keluar dengan sendirinya. Kami bertahan bersama, bermain sebagai tim, dan itu yang paling penting,” lanjutnya.
Mentalitas Jadi Pembeda
Meski mengakui performa United tak selalu berjalan mulus saat menghadapi Arsenal, Lammens menilai mentalitas dan kepercayaan diri menjadi faktor pembeda utama.
“Kadang apa yang dia inginkan tidak sepenuhnya terlihat di lapangan. Tapi jika kami terus berjuang sebagai tim dan percaya, kemenangan tetap bisa diraih,” ujarnya.
Musim ini, Lammens juga terlibat langsung dalam sejumlah kemenangan bersejarah, termasuk saat United mengakhiri puasa hampir satu dekade tanpa kemenangan di Anfield pada Oktober lalu.
“Menang di Arsenal dan Anfield itu selalu spesial, apalagi ini musim pertama saya. Rasanya luar biasa,” katanya.
Ogah Terlena
Manchester United kini bersiap menjalani dua laga kandang beruntun melawan Fulham dan Tottenham Hotspur. Meski sudah berada di zona Liga Champions, Carrick menegaskan timnya tak ingin cepat berpuas diri—pandangan yang juga diamini Lammens.
“Sekarang tantangannya berbeda. Saat kami difavoritkan, kami tetap harus menang. Itu sama pentingnya dengan mengalahkan tim besar,” tegasnya.
Kehadiran Sir Jim Ratcliffe di area ruang ganti usai laga di Emirates turut menjadi suntikan motivasi bagi para pemain.
“Melihat dukungan dari jajaran klub selalu memberi perasaan positif,” tutup Lammens.
Dengan performa yang kian solid dan fokus pada konsistensi, Manchester United kini bukan hanya membidik posisi empat besar, tetapi mulai melirik persaingan di papan atas klasemen.
