Bek sayap Persija Jakarta, Shayne Pattynama, tampak benar-benar terpesona saat menjalani laga tandang ke markas Malut United. Kedatangannya ke Stadion Kie Raha bukan semata soal berburu poin, tetapi juga menjadi momen penuh makna—perjumpaan dengan kampung leluhur sekaligus keindahan alam Indonesia Timur.
Untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Ternate, pemain naturalisasi itu mengaku sangat terkesan. Pemandangan alam yang tersaji baginya memiliki daya tarik luar biasa, berbeda dari tempat-tempat yang pernah ia singgahi sebelumnya.
Pattynama diketahui memiliki darah Maluku dari sang ayah. Ia berasal dari fam Malulu yang berakar di Pulau Haruku, Maluku Tengah—sebuah ikatan emosional yang membuat kunjungan ini terasa semakin spesial.
“Sepotong surga di bumi ada di pulau yang indah ini. Rasanya semakin nikmat dengan tiga poin dari permainan yang indah. Jumpa lagi, Maluku manise,” tulis Pattynama.
Rasa Bahagia yang Berlipat
Kesan mendalam tersebut ia bagikan melalui media sosial pribadinya tak lama setelah laga berakhir. Pattynama bahkan tak ragu menyematkan julukan “sepotong surga” untuk menggambarkan pesona alam Maluku yang memikat.
Kebahagiaan itu terasa berlipat karena lawatan ke Ternate juga berbuah hasil manis di lapangan. Persija sukses membawa pulang kemenangan tipis 3-2 atas Malut United pada pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026.
Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal hingga peluit panjang dibunyikan. Meski tensi laga tinggi, atmosfer Ternate justru memberi energi positif bagi pemain kelahiran Belanda tersebut.
Memori Indah Shayne Pattynama
Persija sempat unggul lewat gol Alaaeddine Ajaraie dan sundulan Jordi Amat. Malut United kemudian memberikan perlawanan sengit di babak kedua. Gol tambahan dari Fabio Calonego memastikan kemenangan Persija, meski tuan rumah sempat memperkecil ketertinggalan lewat Ciro Alves dan David da Silva.
Kunjungan ke Ternate tampaknya akan menjadi salah satu memori paling berkesan bagi Shayne Pattynama selama berkarier di Indonesia. Ia pun menyiratkan keinginan untuk kembali lagi ke bumi Maluku di masa mendatang.
