Nama Luke Vickery mulai mencuri perhatian publik sepak bola Asia Tenggara. Pemain depan milik Macarthur FC itu mengungkap adanya komunikasi awal dengan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
Pernyataan tersebut muncul di tengah performa impresifnya di kompetisi domestik Australia dan ajang Asia. Vickery tampil konsisten sebagai penyerang fleksibel yang mampu memberi kontribusi gol.
Menariknya, pemain muda ini memiliki tiga opsi kewarganegaraan di level internasional: Australia, Amerika Serikat, dan Indonesia. Ketiganya memungkinkan secara regulasi.
Faktor Indonesia semakin relevan setelah terungkap bahwa Vickery memiliki garis keturunan dari Medan, Sumatera Utara. Latar belakang inilah yang membuat namanya dikaitkan dengan proyek regenerasi Timnas Indonesia.
Profil dan Perjalanan Karier
Vickery dikenal sebagai pemain depan serbabisa. Posisi naturalnya adalah winger kanan, tetapi ia juga efektif bermain di sisi kiri maupun sebagai penyerang tengah.
Kecepatan, akselerasi, dan kemampuannya menyerang ruang menjadi keunggulan utama. Adaptasinya bersama Macarthur terbilang cepat, baik di kompetisi domestik maupun level Asia.
Musim ini, ia telah mencetak lima gol dari 17 pertandingan. Salah satu penampilan paling menonjol terjadi saat Macarthur menang besar 6-2 atas Melbourne City, di mana Vickery turut menyumbang gol penting.
Sebelum bersinar di Macarthur, ia lebih dulu membela Western United FC di kompetisi A-League. Pada musim 2024/2025, ia mencatat satu gol dan satu assist dari 11 penampilan di kasta tertinggi sepak bola Australia.
Darah Medan dan Peluang ke Timnas Indonesia
Aspek paling menarik dari sosok Vickery adalah latar belakang keluarganya. Ia memiliki darah Indonesia dari nenek pihak ibu yang lahir di Medan, Sumatera Utara.
Neneknya disebut memiliki latar keturunan Belanda dan Hindia Belanda sebelum kemudian menetap di Belanda dan akhirnya pindah ke Amerika Serikat. Garis keturunan ini membuka peluang administratif bagi Vickery untuk membela Indonesia.
Selain opsi Indonesia dan Australia, ia juga memenuhi syarat memperkuat Amerika Serikat karena lahir di Hawaii saat ayahnya bekerja sebagai kurator lapangan golf di ajang Sony Open.
“Saya bisa mewakili Australia, AS, atau Indonesia, dan Indonesia cukup tertarik,” ujar Vickery dalam wawancara dengan Examiner.
“Sudah ada sedikit komunikasi antara kami untuk melihat berbagai pilihan dan kesempatan yang bisa saya dapatkan sebagai pemain,” tegasnya.
