Jakarta – FC Barcelona memasuki periode politik internal yang menentukan. Klub raksasa Catalunya tersebut dijadwalkan menggelar pemilihan presiden pada 15 Maret 2026, sebuah momen penting yang akan menentukan arah masa depan Blaugrana dalam beberapa tahun ke depan.
Sejak 9 Februari 2026, Joan Laporta resmi melepas jabatannya sebagai presiden aktif. Keputusan ini diambil agar ia dapat berkonsentrasi penuh pada upaya mempertahankan kursi kepemimpinan, sebagaimana diatur dalam statuta klub.
Selama masa transisi, posisi presiden sementara dipegang oleh Wakil Presiden Rafa Yuste. Ia bertugas mengelola roda administrasi klub hingga presiden terpilih resmi dilantik pada 1 Juli 2026.
Dengan tahapan pemilu yang telah dimulai, suhu politik di internal Barcelona terus meningkat. Sejumlah tokoh dengan latar belakang dan visi berbeda mulai tampil ke permukaan sebagai kandidat utama.
Lima Kandidat Kuat Pemilu Presiden Barcelona
Joan Laporta kembali mencalonkan diri sebagai petahana. Ia berambisi melanjutkan proyek Espai Barça sekaligus menyelesaikan strategi pemulihan keuangan klub yang masih dibebani utang besar.
Victor Font kembali menjadi rival utama Laporta. Kandidat yang finis kedua pada pemilu 2021 ini mengusung agenda pembaruan tata kelola klub, termasuk pembatasan masa jabatan presiden serta gagasan melibatkan Lionel Messi kembali, baik sebagai figur simbolik maupun bagian dari struktur strategis klub.
Joan Camprubi Montal tampil sebagai representasi oposisi melalui kelompok “Som un Clam”. Sebagai cucu mantan presiden Agustí Montal i Costa, ia membawa pesan profesionalisme, transparansi, dan modernisasi manajemen sebagai fondasi kepemimpinannya.
Marc Ciria, ekonom olahraga yang pernah berada di lingkaran Laporta, maju dengan gagasan bertajuk “Gerakan 42”. Fokusnya adalah restrukturisasi finansial menyeluruh dan pemanfaatan nilai komersial Messi untuk mendongkrak pendapatan jangka panjang klub.
Sementara itu, Xavier Vilajoana menjadi kandidat kelima yang patut diperhitungkan. Mantan anggota dewan di era Josep Maria Bartomeu ini menekankan pentingnya penguatan La Masia dan nilai historis klub, sembari mengkritisi arah manajemen saat ini yang dianggap kurang stabil secara struktural.
Jadwal Pemilu dan Penentuan Arah Klub
Barcelona secara resmi telah mengumumkan pelaksanaan pemilu pada 9 Februari, sekaligus mengaktifkan seluruh rangkaian tahapan sesuai aturan klub. Proses ini mencakup pembentukan Dewan Pemilihan, publikasi daftar anggota pemilih, hingga verifikasi dukungan bagi para kandidat.
Masa kampanye dijadwalkan berlangsung dari 6 hingga 13 Maret, dilanjutkan dengan satu hari masa tenang sebelum pemungutan suara. Voting akan digelar di lima titik berbeda, mencakup empat wilayah di Catalunya serta satu lokasi di Andorra.
Dengan sistem pemungutan suara universal, seluruh anggota klub bebas memilih di lokasi mana pun yang tersedia. Pemilu kali ini bukan sekadar pergantian pemimpin, melainkan keputusan strategis yang akan menentukan identitas, stabilitas finansial, dan arah Barcelona di tengah tantangan besar yang dihadapi klub.
