Secara mengejutkan, Ruben Amorim resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai manajer Manchester United setelah 14 bulan penuh gejolak di Old Trafford.
Keputusan tersebut bukanlah hasil reaksi sesaat, melainkan akumulasi dari serangkaian hasil buruk di laga-laga krusial serta kegagalan memanfaatkan momen penting. Pengumuman resmi pemecatan Amorim disampaikan pada Senin, 5 Januari 2026.
Isu pemecatan Amorim sejatinya telah lama berembus. Namun, banyak pihak tak menyangka manajemen klub benar-benar mengambil langkah tegas di musim ini, mengingat sang pelatih belum genap dua tahun menangani tim.
Selain konflik dengan manajemen terkait minimnya dukungan transfer, Amorim juga dinilai gagal mengatasi persoalan di lapangan. Setidaknya, ada lima pertandingan yang menjadi potret bagaimana era kepemimpinannya perlahan kehilangan arah sebelum akhirnya berakhir lebih cepat dari rencana.
1. Tottenham 1-0 Manchester United: Final Eropa yang Sirna di Bilbao
Final Liga Europa melawan Tottenham Hotspur di Bilbao pada 21 Mei 2025 menjadi titik balik paling krusial. Kemenangan akan mengantarkan United ke Liga Champions sekaligus membuka pemasukan sekitar 115 juta euro, sementara kekalahan berarti musim berikutnya tanpa kompetisi Eropa.
Di Stadion San Mamés, United memang mendominasi penguasaan bola, tetapi nyaris tanpa ancaman berarti. Gol tunggal Brennan Johnson cukup untuk menenggelamkan United dalam laga yang dinilai miskin kualitas.
Keputusan Amorim menyimpan Alejandro Garnacho hingga 20 menit terakhir memunculkan tanda tanya besar. Dalam laga sepenting itu, United tampil pasif dan kehilangan ketajaman—sebuah pola yang kemudian terus berulang.
2. Manchester United 0-2 Bournemouth: Alarm Dini di Old Trafford
Kekalahan kandang 0-2 dari Bournemouth pada 22 Desember 2024 menjadi sinyal awal bahwa situasi tidak berjalan baik. Untuk musim kedua berturut-turut, United tumbang di Old Trafford dari lawan yang sama, kali ini disertai sorakan kekecewaan dari tribun.
Gol-gol Dean Huijsen, Justin Kluivert, dan Antoine Semenyo membuat Amorim hanya mengumpulkan tujuh poin dari enam laga awalnya. Usai pertandingan, Amorim mengakui situasi yang dihadapi tim terasa sangat berat.
Pernyataannya mengingatkan pada komentarnya setelah debut melawan Ipswich sebulan sebelumnya, ketika ia menyebut tim akan “menderita dalam waktu lama”. Saat itu, peringatan berubah menjadi kenyataan pahit.
3. Wolves 2-0 Manchester United: Boxing Day yang Memperdalam Luka
Dua hari berselang, United kembali menelan kekalahan 0-2 di markas Wolverhampton Wanderers pada 26 Desember 2024. Harapan akan respons cepat pun sirna di Molineux.
Matheus Cunha mencetak gol langsung dari sepak pojok, bola melayang melewati Andre Onana. Untuk ketiga kalinya dalam tiga pertandingan, United kebobolan dari situasi serupa—indikasi masalah struktural yang tak kunjung teratasi.
Hwang Hee-chan memastikan kemenangan Wolves, sementara Bruno Fernandes kembali menerima kartu merah, yang ketiga baginya musim itu. Malam tersebut menegaskan bahwa krisis United bukan sekadar soal hasil, tetapi juga disiplin dan kontrol permainan.
4. Newcastle 4-1 Manchester United: Eksperimen Kiper yang Berujung Petaka
Pada 13 April 2025, Amorim mencoba meredam tekanan dengan mencadangkan Andre Onana dan memberi debut liga kepada Altay Bayindir saat menghadapi Newcastle United. Keputusan tersebut justru mempercepat kehancuran.
Bayindir kebobolan dari tembakan pertama yang ia hadapi dan melakukan kesalahan fatal yang berujung gol keempat Newcastle melalui Bruno Guimarães. Dari enam tembakan tepat sasaran, empat berbuah gol.
Usai kekalahan telak 1-4, Bruno Fernandes mengakui penderitaan tim dengan mengatakan bahwa klub ini belum pernah berada dalam situasi seberat itu. Pernyataan tersebut mencerminkan ruang ganti yang semakin tertekan.
5. Grimsby 2-2 Manchester United (12-11 Pen.): Malam Memalukan di Piala Liga
Optimisme awal musim 2025/2026 runtuh pada 27 Agustus 2025 ketika United tersingkir dari Piala Liga oleh Grimsby Town, klub kasta keempat. Skor imbang 2-2 berlanjut ke adu penalti yang dimenangkan tuan rumah dengan skor 12-11.
Kesalahan fatal Andre Onana kembali dimanfaatkan Charles Vernam dan Tyrell Warren. United sempat menyamakan kedudukan lewat Bryan Mbeumo dan Harry Maguire, tetapi gagal menyelesaikan tugas.
Amorim menjadi sasaran ejekan saat terlihat membawa papan taktik ke pinggir lapangan. Nyanyian “dipecat pagi hari” dari suporter Grimsby terdengar ironis—dan pada akhirnya terasa profetik.
