Liam Rosenior Menguat sebagai Calon Pengganti Enzo Maresca di Chelsea

Jakarta – Nama Liam Rosenior kini mencuat sebagai kandidat paling kuat untuk mengisi posisi manajer Chelsea setelah klub resmi mengakhiri kerja sama dengan Enzo Maresca. Perubahan ini terjadi di tengah situasi internal klub yang sedang bergejolak.

Menurut laporan ESPN, keputusan berpisah dengan Maresca tidak lepas dari memburuknya hubungan internal. Disebutkan adanya konflik serius antara sang pelatih dan sejumlah tokoh senior di lingkungan klub, yang akhirnya mendorong manajemen mengambil langkah tegas.

Chelsea saat ini berada dalam fase transisi penting, terutama karena jadwal kompetisi yang padat. Oleh sebab itu, manajemen klub memilih bersikap cermat dalam menentukan pelatih baru agar proyek jangka panjang tidak terganggu.

Rosenior Unggul dalam Bursa Pelatih

Liam Rosenior dilaporkan berada di posisi teratas dalam daftar kandidat yang dipertimbangkan Chelsea. ESPN menyebut pelatih berusia 41 tahun tersebut meninggalkan kesan positif di mata manajemen klub.

Saat ini, Rosenior tengah menangani Strasbourg, klub Prancis yang juga berada di bawah naungan BlueCo, konsorsium yang mengakuisisi Chelsea pada 2022. Kesamaan struktur kepemilikan ini dinilai menjadi keuntungan tersendiri karena memudahkan koordinasi visi dan filosofi permainan.

Sejumlah Nama Dipastikan Gugur

Chelsea dikabarkan tidak memasukkan Roberto De Zerbi dalam rencana mereka, meskipun pelatih Marseille itu sempat diwawancarai sebelum Maresca ditunjuk pada 2024.

Nama Cesc Fabregas juga dipastikan tidak dipertimbangkan. Mantan gelandang The Blues tersebut masih berkomitmen penuh dengan tugasnya sebagai pelatih Como.

Selain itu, Oliver Glasner turut dicoret dari daftar kandidat. Chelsea memilih fokus pada sosok yang dinilai paling sesuai dengan struktur manajemen dan arah klub saat ini.

Alasan di Balik Kepergian Maresca

Chelsea secara resmi mengumumkan perpisahan dengan Enzo Maresca pada Kamis lalu. ESPN melaporkan bahwa konflik internal menjadi penyebab utama keputusan tersebut.

Maresca disebut memiliki perbedaan pandangan dengan tim medis klub, terutama terkait pembatasan menit bermain sejumlah pemain. Ia juga dikabarkan menginginkan kewenangan yang lebih besar dalam pengambilan keputusan teknis.

Selain itu, sistem evaluasi internal yang melibatkan lima direktur olahraga dinilai membuat ruang gerak Maresca semakin terbatas, sehingga hubungan kerja menjadi tidak harmonis.

Chelsea Jalani Masa Peralihan

Selama proses pencarian pelatih permanen berlangsung, Calum McFarlane akan ditunjuk sebagai pelatih sementara. Ia dijadwalkan mendampingi tim dalam laga tandang ke markas Manchester City.

McFarlane tidak masuk dalam bursa pelatih tetap dan hanya bertugas menjaga kestabilan tim. Di sisi lain, nama Francesco Farioli, pelatih Porto, juga dikabarkan sempat masuk dalam pembahasan awal sebagai opsi alternatif.

Mungkin Anda Menyukai