Lebih dari Sekadar Pelatih, John Herdman Datang ke Indonesia Membawa Misi Kehidupan

PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai Pelatih Kepala Tim Nasional Indonesia pada Sabtu, 3 Januari 2026. Penunjukan ini langsung menarik perhatian publik sepak bola Tanah Air, mengingat reputasi Herdman sebagai sosok berpengalaman dengan rekam jejak unik di level internasional.

Namun, PSSI menegaskan bahwa kehadiran Herdman di Indonesia tidak semata-mata berkaitan dengan taktik, strategi, atau target prestasi jangka pendek. Pelatih asal Inggris tersebut diperkenalkan sebagai pribadi dengan perjalanan hidup yang membentuk filosofi kepelatihannya—sebuah kisah tentang ketekunan, daya tahan, dan keberanian memilih jalan yang tidak mudah.

John Herdman bukan pelatih yang lahir dari kemewahan atau fasilitas elite. Ia tumbuh di Consett, wilayah timur laut Inggris, dalam keluarga kelas pekerja. Kakek dan ayahnya bekerja di pabrik baja, latar belakang yang menanamkan nilai disiplin, kerja keras, dan solidaritas sejak usia dini.

Pengalaman hidup itulah yang menjadi fondasi utama cara Herdman memandang sepak bola. Bagi dirinya, sepak bola bukan sekadar permainan, melainkan sarana membangun kepercayaan, persaudaraan, dan karakter—baik di dalam maupun di luar lapangan.


Perjalanan Panjang dari Nol

Karier kepelatihan Herdman dimulai dari titik paling dasar. Ia mengajar secara paruh waktu sambil melatih tim-tim usia muda, membangun reputasi secara perlahan tanpa jalan pintas. Tahun 2001 menjadi titik balik besar ketika ia memutuskan meninggalkan Inggris dan merantau ke Selandia Baru.

Keputusan tersebut diambil bersama sang istri, Clare, kekasih masa kecil yang telah mendampinginya sejak usia 16 tahun. Dukungan keluarga menjadi jangkar penting dalam perjalanan Herdman, termasuk dari dua anaknya, Lilly dan Jay, yang selalu hadir di setiap fase karier.

Berkat konsistensi dan visi jangka panjang, Herdman mencatat sejarah sebagai satu-satunya pelatih yang mampu membawa tim nasional pria dan wanita ke Piala Dunia FIFA. Pencapaian langka ini menegaskan reputasinya sebagai pembangun program, bukan sekadar pencari hasil instan.


Indonesia sebagai Pilihan Personal

Penunjukan John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia disebut PSSI sebagai keputusan yang bersifat personal. Di tengah berbagai tawaran dari negara lain, termasuk dari kawasan CONCACAF, Herdman justru memilih Asia Tenggara sebagai destinasi barunya.

Pilihan tersebut mencerminkan pencariannya akan makna yang lebih besar dari sekadar kemenangan. Ia memandang Indonesia sebagai proyek dengan dampak sosial dan budaya yang luas—sebuah kanvas untuk membangun warisan jangka panjang, seperti yang pernah ia wujudkan di Kanada.

Herdman datang dengan rasa hormat mendalam terhadap budaya sepak bola Indonesia. Ia memahami besarnya gairah publik, keragaman latar belakang, serta potensi luar biasa yang dimiliki sepak bola Tanah Air, sekaligus menyadari tantangan besar yang menyertainya.


Filosofi Brotherhood untuk Skuad Garuda

John Herdman dikenal sebagai arsitek yang piawai menyelaraskan pengembangan pemain dari level akar rumput hingga tim senior. Konsep “One Team” yang diusungnya menekankan kesinambungan, identitas bersama, serta rasa memiliki di setiap lapisan tim nasional.

Pendekatan ini dinilai sangat relevan bagi Indonesia—negara dengan keragaman budaya dan latar belakang pemain yang luas. Herdman membawa filosofi Brotherhood, di mana setiap pemain, baik lokal maupun naturalisasi, merasa aman, dihargai, dan memiliki tujuan kolektif yang sama.

PSSI berharap filosofi tersebut mampu melahirkan identitas baru Skuad Garuda: tim yang solid secara taktik, kuat secara mental, dan pantang menyerah dalam situasi apa pun.


Awal Perjalanan Baru Skuad Garuda

Dengan penunjukan John Herdman, PSSI mengajak seluruh masyarakat Indonesia—khususnya para suporter dan pencinta sepak bola—untuk menyambut pelatih baru Timnas Indonesia beserta keluarganya dengan tangan terbuka.

Perjalanan ini bukan semata soal hasil di papan skor, melainkan tentang proses transformasi jangka panjang. Tentang seorang pelatih yang memilih Indonesia sebagai babak baru dalam hidupnya, dan tentang mimpi besar bangsa yang ingin diwujudkan bersama Skuad Garuda.

Kini, harapan baru telah dimulai. Di tangan John Herdman, Timnas Indonesia tidak hanya ditantang untuk meraih kemenangan, tetapi juga untuk tumbuh, bersatu, dan membangun masa depan dengan identitas yang kuat.

Mungkin Anda Menyukai