Lebih Berat dari Final 2006, Gattuso Sampai Butuh Obat Tidur Jelang Italia vs Irlandia Utara

Gennaro Gattuso mengaku mengalami tekanan luar biasa jelang semifinal playoff Piala Dunia 2026 melawan Irlandia Utara di Bergamo, Jumat (27/3/2026) dini hari WIB. Mantan gelandang juara Piala Dunia 2006 itu menyebut tidurnya terganggu hingga pukul 04.00 pagi karena beban tanggung jawab besar di pundaknya.

Gattuso kini terpaksa mengandalkan bantuan medis untuk bisa beristirahat, meski dulu ia alergi terhadap obat-obatan. “Beruntung dokter kami memberi saya beberapa butir pil. Kalau tidak, pukul 04.30 pagi mata saya akan terbuka lebar seperti kelelawar,” ujarnya dengan nada getir.

Dukungan Mentoring dari Marcello Lippi

Di tengah tekanan hebat, Gattuso mendapat dukungan moral dari mantan pelatihnya, Marcello Lippi, yang menyebutnya murid terbaik. Hubungan emosional ini menjadi pegangan Gattuso menghadapi ekspektasi jutaan penggemar Italia. “Membaca hal itu membuat saya emosional… kami sering berbagi begitu banyak hal bersama,” tambahnya.

Pertandingan Terpenting Sepanjang Karier

Meski kerap dibandingkan dengan final Piala Dunia 2006, Gattuso menegaskan bahwa tanggung jawab memimpin Gli Azzurri saat ini jauh berbeda dan lebih berat. “Pertandingan ini adalah yang terpenting dalam karier saya. Beban yang saya rasakan di pundak saya tidak tertandingi,” tegasnya.

Gattuso menekankan bahwa kejayaan masa lalu hanyalah sejarah; pemain masa kini harus merasakan sendiri perjuangan di lapangan untuk memastikan Italia lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Mungkin Anda Menyukai