Lautaro Martinez Cedera Betis, Inter Milan Terancam Tanpa Sang Kapten Selama Sebulan

Kabar kurang menyenangkan datang untuk Inter Milan. Sang kapten, Lautaro Martinez, mengalami cedera betis saat bertandang ke markas Bodo/Glimt pada leg pertama play-off UEFA Champions League 2025/2026.

Dalam laga yang digelar Kamis (19/2/2026) dini hari WIB itu, Inter tak hanya menelan kekalahan 1-3, tetapi juga kehilangan sosok penting di lini depan.

Laporan dari Calciomercato yang dikutip FCInter1908 menyebutkan Lautaro berpotensi absen hingga satu bulan. Situasi ini tentu menjadi pukulan berat bagi Nerazzurri jelang leg kedua.

Pelatih Cristian Chivu mengakui dalam konferensi pers bahwa kondisi cedera sang striker terlihat cukup serius dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Cedera Terjadi Usai Jeda

Chivu menarik Lautaro di pertengahan babak kedua. Tayangan ulang menunjukkan pemain asal Argentina itu memegangi bagian betisnya tak lama setelah turun minum.

Ekspresi kesakitan yang terlihat di lapangan langsung memunculkan kekhawatiran. Tak lama kemudian, ia digantikan untuk mencegah cedera semakin parah.

Konfirmasi Chivu seusai pertandingan memperkuat dugaan bahwa cedera tersebut bukan masalah ringan dan perlu evaluasi medis lanjutan.

Terancam Absen di Laga Penentuan

Apabila benar harus menepi selama sekitar satu bulan, Lautaro hampir dipastikan absen pada leg kedua melawan Bodo/Glimt di San Siro. Pertandingan itu menjadi penentu langkah Inter di Eropa.

Selain itu, ia juga berpotensi melewatkan laga Serie A menghadapi Genoa CFC pada akhir Februari. Jadwal padat membuat kehilangan ini terasa semakin signifikan.

Inter kini berada dalam tekanan untuk membalikkan agregat. Tanpa kapten dan mesin gol utamanya, beban tim jelas semakin berat.

Momentum bagi Marcus Thuram

Musim ini Lautaro tampil konsisten dengan torehan 14 gol di Serie A, sekaligus menjadi top skor sementara tim.

Absennya sang kapten membuka peluang bagi Marcus Thuram untuk tampil lebih dominan di lini depan. Ia diharapkan mampu mengisi kekosongan dan menjadi tumpuan serangan dalam periode krusial ini.

Chivu kini dituntut segera menemukan solusi taktis agar Inter tetap kompetitif meski tanpa andalan utamanya.

Mungkin Anda Menyukai