Jakarta – Juventus mengawali tahun 2026 dengan hasil kurang memuaskan. Bertanding di Allianz Stadium pada pekan ke-18 Serie A, Minggu (4/1) dini hari WIB, Bianconeri harus rela berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Lecce.
Hasil tersebut memutus tren positif Juventus yang sebelumnya mencatatkan empat kemenangan beruntun di berbagai ajang, masing-masing atas Pafos, Bologna, AS Roma, dan Pisa. Rangkaian hasil impresif yang dibangun sejak akhir tahun lalu pun terhenti di kandang sendiri.
Dalam pertandingan ini, Juventus tampil dominan dengan penguasaan bola yang lebih unggul. Namun, dominasi tersebut tidak diiringi dengan efektivitas penyelesaian akhir, yang kembali menjadi masalah utama.
Di sisi lain, Lecce datang dengan pendekatan permainan yang terorganisasi. Tim tamu tampil disiplin, berani menekan di momen tertentu, dan siap memanfaatkan kesalahan sekecil apa pun dari tuan rumah.
Lecce Manfaatkan Kesalahan Tuan Rumah
Sejak awal laga, Juventus mencoba mengendalikan jalannya pertandingan. Meski begitu, Lecce tidak sekadar bertahan dan sesekali keluar dari tekanan untuk mencari peluang.
Kesabaran tim tamu berbuah hasil menjelang turun minum. Sebuah kelengahan di lini belakang Juventus dimaksimalkan oleh Lameck Banda untuk mencetak gol pembuka. Allianz Stadium pun terdiam menyaksikan tuan rumah tertinggal.
Juventus langsung bereaksi selepas jeda. Weston McKennie berhasil mencetak gol penyeimbang yang membangkitkan kembali semangat tim dan pendukung. Sejak gol tersebut, tekanan terus diarahkan ke pertahanan Lecce.
Peluang emas akhirnya datang lewat titik putih. Namun, Jonathan David gagal memanfaatkan penalti tersebut setelah eksekusinya digagalkan kiper Lecce, Wladimiro Falcone, yang tampil gemilang sepanjang laga. Kegagalan itu membuat Juventus kembali kehilangan momentum.
Spalletti Soroti Masalah Ketajaman
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menilai ketidakmampuan memaksimalkan peluang menjadi faktor utama kegagalan timnya meraih kemenangan.
“Kami harus lebih baik dalam mengambil keputusan dan penyelesaian di dalam kotak penalti,” ujar Spalletti, dikutip dari Football Italia.
Ia menambahkan bahwa Juventus sebenarnya mampu menciptakan banyak situasi berbahaya.
“Kami berkali-kali mengirim bola ke area berbahaya, baik di babak pertama maupun kedua, tetapi tidak pernah menemukan sentuhan akhir yang tepat. Di situlah kami perlu berkembang,” lanjutnya.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Spalletti tetap melihat adanya peningkatan performa tim.
“Kami memainkan pertandingan yang bagus, bahkan sangat bagus,” tegasnya.
“Memang hasil selalu menjadi pembeda, tetapi ada kemajuan yang jelas dari penampilan kami,” pungkas Spalletti.
