Tim nasional Maroko menghadapi perubahan besar jelang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Pelatih Walid Regragui memutuskan mundur hanya beberapa bulan sebelum turnamen dimulai.
Alasan Mundur
Regragui menjelaskan keputusan mundur sebagai upaya memberi “wajah baru dan energi berbeda” bagi tim. Ia menilai tim membutuhkan pendekatan baru agar bisa terus berkembang.
-
Regragui pernah membawa Maroko mencapai semifinal Piala Dunia 2022, pencapaian pertama bagi tim Afrika dan dunia Arab.
-
Namun, kegagalan menjuarai Piala Afrika 2025 sebagai tuan rumah—terkalah 0-1 dari Senegal di final—memicu tekanan terhadapnya.
Pelatih Baru: Mohamed Ouahbi
Federasi Sepak Bola Maroko menunjuk Mohamed Ouahbi sebagai pengganti. Ouahbi memiliki pengalaman panjang menangani tim muda, termasuk:
-
Maroko U-20 (juara Piala Dunia U-20)
-
Tim U-23 Maroko
-
Klub Belgia Anderlecht
Ouahbi akan dibantu Joao Sacramento, mantan asisten di Paris Saint-Germain dan staf Jose Mourinho di Roma serta Tottenham. Ouahbi menegaskan: “Saya datang untuk meningkatkan performa tim, fondasi sudah ada, tidak mulai dari nol.”
Persiapan Menuju Piala Dunia
Maroko dijadwalkan menjalani dua laga uji coba:
-
Melawan Ekuador pada 27 Maret 2026
-
Melawan Paraguay pada 31 Maret 2026
Di Piala Dunia 2026, Maroko tergabung di Grup C bersama Brasil, Haiti, dan Skotlandia. Turnamen ini akan menjadi ujian besar pertama Ouahbi sebagai pelatih tim senior.
Ambisi Maroko
Selain persiapan tim, Maroko tengah membangun infrastruktur besar untuk sepak bola:
-
Stadion Hassan II dengan kapasitas 115.000 penonton direncanakan selesai pada 2028
-
Menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2030 bersama Spanyol dan Portugal
