Jakarta – Masa depan Davide Frattesi bersama Inter Milan tengah menjadi tanda tanya. Gelandang asal Italia itu disebut membuka peluang melanjutkan karier di Liga Turki, dengan Galatasaray muncul sebagai salah satu klub yang dikaitkan. Situasi sulit yang dihadapi Frattesi musim ini, terutama soal minimnya waktu bermain, menjadi faktor utama rumor tersebut.
Pemain berusia 26 tahun itu pertama kali bergabung dengan Inter pada musim panas 2023 sebagai pemain pinjaman dari Sassuolo. Setahun berselang, Nerazzurri memutuskan mempermanenkannya dengan nilai transfer mencapai 31,4 juta euro atau sekitar Rp 617 miliar, serta mengikat kontrak hingga Juni 2028.
Pada musim perdananya, Frattesi kerap berperan sebagai pelapis di lini tengah. Meski demikian, ia tetap mencatatkan kontribusi penting dengan tampil dalam 42 pertandingan di semua ajang dan ikut berperan dalam kesuksesan Inter merebut gelar Serie A musim 2023/2024.
Memasuki musim keduanya, Frattesi masih sering memulai laga dari bangku cadangan. Namun, ia sempat menjadi penentu dalam sejumlah laga besar Liga Champions, termasuk saat menghadapi Bayern Munchen dan Barcelona, yang membantu Inter melaju hingga ke partai puncak.
Situasi berubah pada musim ini. Menit bermain Frattesi menurun drastis, dengan hanya 15 penampilan di berbagai kompetisi. Kondisi tersebut memunculkan spekulasi bahwa gelandang bernomor punggung 16 itu berpeluang angkat kaki dari Giuseppe Meazza pada bursa transfer Januari.
Demi Peluang ke Timnas Italia
Kurangnya kesempatan bermain di level klub disebut membuat Frattesi frustrasi. Ia khawatir kondisi tersebut berdampak pada peluangnya untuk kembali dipanggil ke tim nasional Italia, terutama menjelang Piala Dunia 2026.
Italia sendiri masih memiliki peluang lolos melalui jalur play-off. Demi menjaga kans tampil di turnamen besar tersebut, Frattesi diyakini membutuhkan klub yang bisa memberinya jam terbang reguler.
Galatasaray sempat dianggap sebagai destinasi potensial bagi Frattesi. Namun, klub asal Turki itu belakangan menegaskan bahwa sang gelandang bukan prioritas utama mereka di bursa transfer. Di sisi lain, Inter juga membantah telah menerima tawaran resmi dari klub lain serta menepis kabar bahwa Frattesi meminta dilepas.
Skema Transfer yang Masih Jadi Perdebatan
Meski kedua klub telah mengeluarkan pernyataan yang meredam rumor, sejumlah media Italia seperti Sky Sport Italia dan Sport Mediaset melaporkan bahwa Frattesi tertarik mencoba peruntungan di Liga Turki.
Disebutkan, terdapat opsi transfer berupa peminjaman dengan biaya sekitar 5 juta euro (Rp 97 miliar), disertai klausul pembelian permanen senilai 30 juta euro (sekitar Rp 587 miliar) di akhir musim.
Namun, Inter dikabarkan menginginkan klausul pembelian tersebut bersifat wajib. Sementara itu, Galatasaray disebut lebih condong pada skema tanpa kewajiban membeli, sehingga negosiasi masih berpotensi menemui jalan buntu.
