Performa wasit dan penggunaan VAR di Premier League kembali menuai sorotan. Memasuki musim 2025/2026, jumlah kesalahan justru mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Panel Insiden Pertandingan Utama mencatat total 54 kesalahan, yang mencakup keputusan di lapangan maupun intervensi VAR. Angka ini meningkat dibanding periode yang sama musim lalu yang hanya mencapai 44 kasus.
Lonjakan tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait konsistensi dalam pengambilan keputusan. Di sisi lain, otoritas perwasitan tetap menyatakan bahwa tren jangka panjang menunjukkan perbaikan, meski data musim ini sulit untuk diabaikan.
Dengan kompetisi memasuki fase krusial, akurasi keputusan menjadi faktor yang sangat menentukan. Kesalahan kecil pun berpotensi memberikan dampak besar terhadap hasil pertandingan.
Detail Kesalahan yang Meningkat
Dari total kesalahan yang tercatat, beberapa kategori menunjukkan peningkatan signifikan. Kasus intervensi VAR yang terlewat mencapai 15 kejadian dan menjadi sorotan utama.
Sementara itu, kesalahan keputusan langsung di lapangan mencapai 25 kasus. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan tidak hanya terletak pada VAR, tetapi juga pada keputusan wasit saat pertandingan berlangsung.
Selain itu, terdapat 11 kasus kartu kuning kedua yang keliru. Saat ini, situasi tersebut belum dapat ditinjau melalui VAR, meskipun aturan baru direncanakan akan segera mengakomodasi hal tersebut.
Jumlah kesalahan VAR sendiri telah mencapai 18 kasus—menyamai total sepanjang musim lalu, padahal kompetisi masih berjalan.
Klaim Perbaikan vs Realita
Professional Game Match Officials Limited (PGMO) mengklaim adanya peningkatan dalam beberapa aspek penggunaan VAR.
Jumlah intervensi VAR disebut menurun dari 89 menjadi 83 kasus. Selain itu, durasi peninjauan juga lebih singkat, dari rata-rata 64 detik menjadi 48 detik, termasuk komunikasi di stadion.
Akurasi keputusan di lapangan juga diklaim stabil di angka sekitar 86 persen. Namun, peningkatan jumlah kesalahan secara keseluruhan menunjukkan bahwa masalah konsistensi masih belum terselesaikan.
Situasi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Premier League, terutama menjelang akhir musim yang semakin menentukan.
