Kostum Kontroversial Terkait Kasus Rasisme Vinicius Terjual Rp 19 Juta, Mendadak Raib

Kostum yang dikenakan Gianluca Prestianni saat membela Benfica melawan Real Madrid dalam ajang Liga Champions UEFA mendadak menjadi sorotan publik. Jersey tersebut bahkan sempat ditawar dengan nilai sangat tinggi oleh kolektor, sebelum akhirnya dilaporkan hilang secara misterius.

Laga leg pertama play-off babak 16 besar musim 2025-2026 yang digelar di Estadio da Luz, Selasa (17/2/2026), berakhir dengan kekalahan tipis 0-1 untuk tim tuan rumah. Namun, hasil pertandingan bukan satu-satunya hal yang menyita perhatian. Prestianni justru menjadi pusat kontroversi akibat insiden yang terjadi pada babak kedua.

Momen tersebut berlangsung pada menit ke-51, tidak lama setelah Madrid membuka keunggulan. Saat para pemain berkumpul di tengah lapangan untuk melanjutkan pertandingan, kamera televisi menangkap Prestianni menutupi mulutnya dengan jersey sambil mengucapkan sesuatu ke arah penyerang Madrid, Vinicius Junior, yang baru saja mencetak gol.

Gestur itu langsung memicu spekulasi luas. Sejumlah pihak menduga adanya ucapan bernada rasialis, meski belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi isi perkataan sang pemain. Rekaman video kejadian tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memancing reaksi keras dari berbagai kalangan.

Di tengah kontroversi itu, jersey yang dikenakan Prestianni dalam laga tersebut justru menjadi buruan kolektor. Nilai historis—meski bernuansa negatif—membuat kostum tersebut ditawar dengan harga fantastis. Beberapa sumber menyebut nominalnya melonjak drastis hanya dalam waktu singkat.

Namun, ketika proses penawaran sedang ramai dibicarakan, kostum itu dilaporkan tidak lagi berada di tempat penyimpanan yang semestinya. Hilangnya jersey tersebut menambah panjang drama yang menyelimuti pertandingan panas di Lisbon itu.

Pihak klub belum memberikan penjelasan detail terkait keberadaan kostum tersebut maupun perkembangan investigasi atas dugaan insiden di lapangan. Sementara itu, perhatian publik masih tertuju pada kelanjutan kasus yang bisa berdampak besar bagi karier Prestianni dan reputasi Benfica di kompetisi elite Eropa.

Mungkin Anda Menyukai