Kontroversi Man United vs Fulham: Eks Wasit Premier League Nilai VAR Jadi Biang Kerok

Manchester United meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Fulham dalam lanjutan Premier League di Old Trafford, Minggu (1/2/2026). Laga ini tidak hanya menghadirkan lima gol dan tensi tinggi hingga menit akhir, tetapi juga diwarnai sejumlah keputusan kontroversial Video Assistant Referee (VAR) yang memicu perdebatan luas.

Nama Benjamin Šeško menjadi sorotan publik Old Trafford setelah mencetak gol penentu kemenangan di masa injury time. Gol telat tersebut memastikan Setan Merah mengamankan tiga poin penting sekaligus memperpanjang tren pertandingan penuh drama yang belakangan lekat dengan Manchester United.

Dalam beberapa bulan terakhir, United kerap disebut sebagai “penghibur utama” Premier League. Hampir setiap laga menyajikan gol, kejutan, dan kontroversi. Menariknya, tiga gol ke gawang Fulham membuat United telah melampaui total gol mereka sepanjang musim 2024/2025 lalu.

Kontroversi Man United vs Fulham

Namun, sorotan utama pertandingan ini tak semata tertuju pada papan skor. Kepemimpinan wasit John Brooks dan intervensi VAR menjadi bahan perbincangan hangat, terutama terkait tiga insiden penalti krusial serta satu gol Fulham yang dianulir.

Fulham sempat unggul lebih dulu melalui eksekusi penalti setelah Harry Maguire dinilai melakukan pelanggaran di dalam kotak terlarang. Sebaliknya, Manchester United merasa dirugikan lantaran dua klaim penalti mereka dibatalkan usai tinjauan VAR.

Kontroversi pertama terjadi di babak pertama saat Bryan Mbeumo terjatuh di area penalti Fulham. Wasit John Brooks memilih melanjutkan permainan, dan keputusan tersebut dikuatkan oleh VAR. Keputusan ini menuai kritik, termasuk dari legenda Manchester United, Rio Ferdinand.

“Bagaimana itu bukan penalti?” tulis Ferdinand melalui media sosial X, mempertanyakan klaim bahwa bek Fulham hanya mengenai bola.

Opini Clattenburg

Mantan wasit Premier League, Mark Clattenburg, justru mendukung keputusan wasit dan VAR dalam insiden tersebut. Menurutnya, tidak ada kesalahan prosedur yang dilakukan.

“Dari tayangan ulang gerak lambat terlihat jelas Jorge Cuenca menyentuh bola terlebih dahulu sebelum terjadi kontak lanjutan. Berdasarkan itu, keputusan wasit dan VAR untuk melanjutkan permainan sudah tepat,” ujar Clattenburg.

Ketegangan memuncak usai laga berakhir. Manajer Fulham, Marco Silva, meluapkan kemarahannya terhadap kepemimpinan wasit, terutama terkait penalti yang sempat diberikan kepada Matheus Cunha sebelum akhirnya dianulir VAR dan diubah menjadi tendangan bebas di luar kotak penalti.

“Cerita pertandingan ini dimulai dari keputusan mengerikan John Brooks saat memberikan penalti. Itu keputusan yang sangat buruk, sebuah kesalahan besar,” kata Silva dengan nada kecewa.

Kritik terhadap VAR

Clattenburg menambahkan bahwa VAR justru mencari pelanggaran lain yang berbeda dari alasan awal penalti diberikan. “Karena keputusan awalnya sangat buruk, mereka kemudian mencari pelanggaran lain untuk membenarkan perubahan keputusan,” lanjutnya.

Meski mengaku kecewa dan bersimpati kepada pemain serta pendukung Fulham, Marco Silva menegaskan dirinya tetap menghormati otoritas wasit.

Kemenangan ini menjadi tambahan krusial bagi Manchester United dalam persaingan papan atas Premier League. Namun, kontroversi VAR di Old Trafford kembali menegaskan bahwa persoalan konsistensi keputusan wasit masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi liga.

Mungkin Anda Menyukai