Perdebatan mengenai aksi huddle pemain kembali menjadi sorotan setelah pertandingan antara Chelsea dan Newcastle United. Insiden terjadi sesaat sebelum pertandingan dimulai ketika para pemain Chelsea berusaha berkumpul di lingkaran tengah lapangan untuk melakukan huddle sebagai simbol kebersamaan tim.
Namun rencana tersebut tidak berjalan seperti yang diharapkan. Wasit pertandingan, Paul Tierney, sudah berada di area tengah lapangan dan tidak bergeser dari posisinya. Akibatnya, para pemain Chelsea tidak dapat melakukan huddle seperti yang telah direncanakan sebelum kickoff.
Situasi tersebut kemudian memicu berbagai reaksi, termasuk dari mantan bek Manchester United, Gary Neville. Ia menilai tradisi huddle sebelum pertandingan tidak memberikan dampak signifikan terhadap performa tim di lapangan.
Menurut Neville, sebuah tim seharusnya sudah mempersiapkan segalanya jauh sebelum pertandingan dimulai. Ia berpendapat bahwa motivasi atau instruksi penting seharusnya sudah disampaikan di ruang ganti, bukan beberapa detik sebelum kickoff di tengah lapangan.
Neville juga menilai aksi tersebut lebih terlihat seperti simbol atau pertunjukan semata. Ia menyebut bahwa para penggemar maupun lawan tidak akan terpengaruh oleh gestur seperti itu, karena yang benar-benar dinilai adalah performa tim selama pertandingan berlangsung.
Di sisi lain, pelatih Chelsea, Liam Rosenior, memiliki pandangan berbeda terkait insiden tersebut. Ia menilai keputusan wasit untuk tidak memberi ruang bagi para pemain melakukan huddle bukan langkah yang tepat.
Rosenior mengaku belum sempat berbicara langsung dengan Paul Tierney setelah pertandingan. Namun ia berencana menghubungi Professional Game Match Officials Limited untuk meminta penjelasan mengenai kejadian tersebut.
Menurut Rosenior, berdasarkan pemahamannya terhadap aturan pertandingan, pemain seharusnya diperbolehkan berada di area mana pun di lapangan sebelum kickoff selama tidak mengganggu waktu dimulainya pertandingan.
Meski demikian, Rosenior menegaskan bahwa polemik mengenai huddle ini bukanlah hal paling penting dibandingkan jalannya pertandingan itu sendiri. Ia hanya ingin mendapatkan kejelasan agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan perdebatan di masa mendatang.
