Pelatih asal Korea Selatan, Kim Pan-gon, baru-baru ini mengakui bahwa Selangor FC masih jauh tertinggal dari dominasi Johor Darul Ta’zim (JDT) di Liga Malaysia. Pengakuan ini muncul tak lama setelah ia menerima tantangan baru sebagai pelatih The Red Giants pada Januari lalu, menggantikan posisi sebelumnya yang meninggalkan banyak pekerjaan rumah.
Kim, yang dikenal sebagai kolega Shin Tae-yong di kancah sepak bola Asia, menyadari betul perbedaan level antara Selangor FC dan JDT. Menurutnya, JDT telah menetapkan standar tinggi dalam hal manajemen klub, kualitas pemain, dan konsistensi performa di liga domestik. Sementara itu, Selangor FC masih berjuang membangun skuad yang kompetitif serta menghadapi tantangan internal dalam hal strategi dan taktik.
Pelatih berpengalaman ini mengaku bahwa perjalanannya bersama Selangor FC akan penuh dengan proses panjang. Ia menekankan pentingnya membangun fondasi tim yang kuat, termasuk memaksimalkan potensi pemain muda, meningkatkan disiplin latihan, serta menanamkan mental juara yang selama ini menjadi ciri khas JDT. Kim menyadari bahwa perubahan tidak bisa instan, mengingat reputasi dan sejarah JDT sebagai penguasa Liga Malaysia yang sudah dibangun bertahun-tahun.
Selain tantangan di lapangan, Kim juga menghadapi realitas non-teknis seperti manajemen klub, infrastruktur latihan, dan dukungan suporter yang berbeda dibandingkan klub-klub papan atas lainnya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Selangor FC tidak hanya bergantung pada kemampuan taktik, tetapi juga pada koordinasi menyeluruh antara staf, pemain, dan manajemen.
Pengakuan ini menjadi tamparan realita bagi para penggemar Selangor FC yang berharap cepat melihat tim kesayangan mereka kembali bersaing di papan atas Liga Malaysia. Kim Pan-gon sendiri tetap optimistis bahwa dengan kerja keras, visi yang jelas, dan strategi jangka panjang, Selangor FC memiliki peluang untuk mengejar ketertinggalan dan mulai mendekati level dominasi JDT dalam beberapa musim ke depan.
Ke depan, fokus Kim akan tertuju pada pengembangan pemain muda, perkuatan lini inti, dan peningkatan mental juara di setiap pertandingan. Baginya, membangun Selangor FC yang kompetitif bukan sekadar soal hasil instan, tetapi menciptakan fondasi yang kokoh agar klub kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan di Liga Malaysia
