Kilas Balik Penutup Era Sumardji sebagai Manajer Timnas Indonesia: Dari Emas SEA Games hingga Sanksi FIFA

Perjalanan Sumardji sebagai manajer Timnas Indonesia resmi berakhir dengan catatan pahit. Ia dijatuhi sanksi berat oleh FIFA menyusul insiden dalam laga internasional.

Komite Disiplin FIFA menghukum Sumardji dengan larangan mendampingi tim dalam 20 pertandingan internasional. Selain itu, ia juga dikenai denda sebesar Rp324 juta.

Sanksi tersebut berkaitan dengan insiden saat Indonesia menghadapi Irak pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Oktober 2025. Pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 0-1 itu menyisakan kontroversi di luar lapangan.

Keputusan ini menjadi epilog dramatis bagi kiprah Sumardji sebagai manajer. Ia sendiri telah mengundurkan diri dari jabatannya pada 16 Desember 2025 dan kini fokus menjalankan tugas sebagai Ketua Badan Tim Nasional (BTN).

Sanksi Berat Akibat Insiden dengan Wasit

FIFA menilai Sumardji melanggar Pasal 14 ayat 1 Kode Disiplin terkait tindakan tidak pantas terhadap perangkat pertandingan. Dalam laporan resmi, disebutkan adanya kontak fisik dengan wasit.

Ia didakwa mendorong wasit Ma Ning hingga terjatuh di tengah situasi panas seusai pertandingan. Insiden tersebut menjadi sorotan utama dalam sidang disiplin yang digelar pada 18 November 2025.

Tiga anggota Komite Disiplin FIFA—Jorge Palacio, Alejandro Jose Piera, dan Paola Lopez Barraza—sepakat menjatuhkan hukuman tegas atas tindakan tersebut.

Kontroversi yang Bukan Pertama

Insiden dengan Ma Ning bukanlah yang pertama. Sebelumnya, pada laga tandang melawan Bahrain pada Oktober 2024, Sumardji juga menerima kartu merah setelah memprotes keras keputusan wasit Ahmed Al Kaf.

Ia kala itu menyatakan bahwa tindakannya merupakan bentuk perlindungan terhadap pemain dan pelatih di tengah tekanan pertandingan.

Dari Kericuhan hingga Emas SEA Games

Di balik kontroversi, Sumardji juga memiliki momen heroik. Salah satunya terjadi pada final SEA Games 2023 di Kamboja saat Indonesia menghadapi Thailand.

Kericuhan pecah di babak perpanjangan waktu dan Sumardji yang berusaha melerai justru menjadi korban pemukulan. Meski mengalami luka lebam, ia menolak dievakuasi dan tetap mendampingi tim hingga laga usai.

Pengorbanan tersebut berbuah manis dengan raihan medali emas yang mengakhiri penantian panjang Indonesia di ajang tersebut.

Warisan yang Kompleks

Terlepas dari sejumlah insiden disipliner, kontribusi Sumardji dalam sepak bola nasional tidak bisa diabaikan. Ia dikenal sebagai sosok yang dekat dengan pemain dan berperan dalam sejumlah pencapaian penting, termasuk gelar Piala AFF U-22 2019 dan emas SEA Games 2023.

Kini, setelah melewati berbagai drama di pinggir lapangan, Sumardji memilih fokus pada peran strategis di balik layar sebagai Ketua BTN. Kiprahnya sebagai manajer Timnas Indonesia pun resmi menjadi bagian dari sejarah—penuh prestasi sekaligus kontroversi.

Mungkin Anda Menyukai