Perjalanan Persija Jakarta di BRI Super League musim 2025/2026 menyajikan fenomena unik. Tim ibu kota justru tampil lebih meyakinkan saat bermain tandang dibanding ketika tampil di kandang sendiri.
Situasi ini menjadi ironi tersendiri bagi skuad Macan Kemayoran yang tengah bersaing di papan atas klasemen.
Papan Atas Ketat, Persija Masih Tertahan
Saat ini, Persija menempati peringkat ketiga klasemen dengan 28 poin dari 25 pertandingan. Mereka mencatat 16 kemenangan, 4 imbang, dan 5 kekalahan.
Persija tertinggal dua poin dari Borneo FC di posisi kedua, serta enam poin dari Persib Bandung di puncak klasemen. Peluang juara masih terbuka, tetapi inkonsistensi menjadi hambatan utama.
Kandang Tak Lagi Jadi Benteng Kokoh
Di laga kandang, Persija mengoleksi 8 kemenangan, 4 imbang, dan 1 kekalahan dari 13 pertandingan. Total 28 poin tersebut tergolong solid, namun belum cukup untuk bersaing di jalur juara.
Tren terbaru bahkan menunjukkan penurunan performa: dalam empat laga kandang terakhir, Persija hanya meraih satu kemenangan, disertai dua imbang dan satu kekalahan.
Sebagai perbandingan, Persib tampil sempurna di kandang dengan 13 kemenangan dari 13 laga, sementara Borneo FC juga sangat kuat dengan 11 kemenangan, 1 imbang, dan 1 kekalahan.
Faktor lain yang ikut memengaruhi adalah ketidakstabilan penggunaan stadion. Persija musim ini berpindah-pindah antara Jakarta International Stadium, Stadion Manahan, dan Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Di Jakarta International Stadium, mereka mencatat 2 kemenangan dan 4 imbang. Di Stadion Manahan, Persija selalu menang. Sementara di SUGBK, mereka meraih 4 kemenangan dan 1 kekalahan.
Dukungan besar dari suporter The Jakmania juga diduga turut memberi tekanan tersendiri saat bermain di kandang.
Justru Jadi Raja Tandang
Menariknya, performa Persija justru lebih stabil saat bermain di luar kandang. Dari 12 laga tandang, mereka meraih 8 kemenangan dan 4 kekalahan, dengan total 24 poin.
Catatan tersebut menempatkan Persija sebagai salah satu tim tandang terbaik musim ini, bahkan melampaui beberapa rival utama.
Sebagai perbandingan, Persib hanya mengoleksi 19 poin tandang, sementara Borneo FC meraih 20 poin.
Fenomena ini memunculkan pertanyaan mengenai faktor mentalitas dan tekanan bermain di depan publik sendiri. Situasi ini kian menarik karena Persija memiliki pemain berpengalaman seperti Rizky Ridho yang diharapkan mampu menjaga stabilitas tim.
Peluang Juara Masih Terbuka
Persija masih menyisakan sembilan pertandingan, terdiri dari 4 laga kandang dan 5 laga tandang. Mereka juga masih akan menghadapi Persib Bandung pada pekan ke-32, laga yang berpotensi menjadi penentu arah perebutan gelar.
Secara matematis, peluang Persija masih terbuka. Namun, mereka wajib tampil hampir sempurna sambil berharap pesaing di atas kehilangan poin.
Jika tidak segera memperbaiki performa kandang, ambisi juara Persija berpotensi kembali gagal meski tampil kuat di laga tandang.
