Pertandingan Juventus vs Lecce pada pekan ke-18 Serie A 2025/2026 berakhir imbang 1-1 di Allianz Stadium, Minggu (4/1/2026). Hasil ini terasa mengecewakan bagi Juventus, yang tampil dominan namun gagal memaksimalkan banyak peluang menjadi kemenangan.
Lecce mencuri keunggulan tepat sebelum turun minum lewat gol Lameck Banda pada menit ke-45+2, memanfaatkan kelengahan lini belakang tuan rumah. Juventus merespons cepat di awal babak kedua, ketika Weston McKennie mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-49.
Namun, satu momen krusial gagal dimanfaatkan Juventus. Jonathan David yang dipercaya mengeksekusi penalti dengan gaya Panenka justru gagal mencetak gol, memaksa Bianconeri harus puas berbagi poin di kandang sendiri.
Weston McKennie Bersinar, Jonathan David Disorot
Weston McKennie layak dinobatkan sebagai pemain terbaik Juventus pada laga ini. Gelandang asal Amerika Serikat tersebut tampil impresif dalam peran barunya di belakang lini depan, menjadi penghubung utama antara lini tengah dan serangan.
Selain mencetak gol penyeimbang, McKennie aktif membuka ruang lewat pergerakan tanpa bola dan intensitas tinggi sepanjang laga. Perannya krusial dalam membangun serangan Juventus yang sebagian besar mengalir dari sektor tengah.
Sebaliknya, Jonathan David menjalani malam yang mengecewakan. Selain gagal mengeksekusi penalti, kontribusinya dalam permainan terbuka terbilang minim dan kerap terisolasi dari alur serangan.
Kegagalan penalti tersebut menjadi titik balik pertandingan. Penampilan David juga kembali menyoroti proses adaptasinya yang belum optimal sejak bergabung pada awal musim.
Pelatih Luciano Spalletti kembali mengubah pendekatan taktik dengan skema empat bek. Namun, perubahan ini belum sepenuhnya efektif, terutama dalam urusan penyelesaian akhir. Pergantian pemain yang dilakukan juga tidak memberi dampak signifikan.
Falcone Tampil Heroik, Kaba Jadi Sorotan Lecce
Di kubu Lecce, Wladimiro Falcone tampil sebagai pemain terbaik. Penjaga gawang berusia 29 tahun itu menjadi tembok kokoh di bawah mistar, termasuk menggagalkan penalti Jonathan David pada babak kedua.
Falcone tampil konsisten sejak awal laga, mematahkan sejumlah peluang berbahaya Juventus dan menjaga Lecce tetap bertahan di tengah gempuran tuan rumah.
Sementara itu, Mohamed Kaba menjadi pemain yang paling disorot dari Lecce. Gelandang asal Prancis tersebut melakukan pelanggaran yang berujung penalti dan beberapa kali kalah duel di lini tengah.
Beruntung bagi Lecce, kesalahan Kaba tidak berujung gol. Namun, celah di sektor tengah membuat tim tamu harus bertahan ekstra keras sepanjang pertandingan.
Pelatih Fabrizio Del Rosso, yang menggantikan Eusebio Di Francesco, menjalankan pendekatan disiplin dengan organisasi bertahan yang rapi. Strategi tersebut terbukti efektif menahan dominasi Juventus hingga laga berakhir imbang.
Hasil Juventus vs Lecce ini menegaskan kontras performa kedua tim: Juventus unggul dalam penguasaan dan peluang, sementara Lecce pulang dengan satu poin berkat disiplin permainan dan performa gemilang sang kiper.
