Juventus Tersingkir Setelah Laga 120 Menit, Locatelli Menangis di Akhir Pertandingan

Juventus harus menelan pil pahit setelah gagal membalikkan keadaan saat menjamu Galatasaray pada leg kedua play-off menuju babak 16 besar Liga Champions, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Meski sudah berjuang hingga 120 menit, Si Nyonya Tua tetap tersingkir, meninggalkan kekecewaan mendalam bagi para pemainnya.

Salah satu momen paling menyentuh terjadi selepas laga ketika gelandang andalan mereka, Manuel Locatelli, terlihat tak mampu menahan tangis. Ia terduduk di lapangan dengan raut wajah penuh penyesalan, menyadari perjuangan panjang timnya belum cukup untuk mengubah nasib.

Bermain di Allianz Stadium, Juventus datang dengan beban berat. Kekalahan 2-5 pada pertemuan pertama di markas Galatasaray membuat mereka wajib menang dengan selisih minimal tiga gol untuk memaksakan perpanjangan waktu. Tekanan besar sudah terasa bahkan sebelum laga dimulai, dengan publik tuan rumah berharap keajaiban terjadi di Turin.

Sejak peluit awal dibunyikan, Juventus langsung mengambil inisiatif serangan. Intensitas tinggi diperagakan oleh pasukan tuan rumah yang mencoba menekan pertahanan Galatasaray dari berbagai sisi. Dukungan suporter yang memadati stadion menjadi tambahan energi bagi para pemain.

Upaya keras itu membuahkan hasil ketika Juventus mampu memangkas defisit agregat lewat gol cepat di babak pertama. Momentum sempat berpihak kepada tuan rumah setelah mereka kembali mencetak gol tambahan, membuat harapan comeback semakin nyata.

Namun, Galatasaray tidak tinggal diam. Wakil Turki itu bermain disiplin dan sesekali melancarkan serangan balik berbahaya yang memaksa lini belakang Juventus tetap waspada. Pertandingan berlangsung ketat hingga waktu normal berakhir dan laga berlanjut ke babak tambahan.

Di masa perpanjangan waktu, kedua tim tampak mulai kelelahan. Juventus terus berusaha mencari gol penentu, tetapi rapatnya pertahanan Galatasaray serta kurangnya ketenangan di sepertiga akhir lapangan membuat peluang demi peluang terbuang sia-sia.

Ketika peluit panjang akhirnya dibunyikan, skor agregat tetap tidak berpihak kepada Juventus. Impian untuk melaju ke babak 16 besar pupus, dan Allianz Stadium pun terdiam dalam kekecewaan.

Locatelli menjadi gambaran nyata betapa besar arti pertandingan tersebut bagi Juventus. Sebagai salah satu pemain kunci di lini tengah, ia tampil penuh determinasi sepanjang laga. Namun, usaha maksimalnya belum cukup untuk menyelamatkan tim.

Kegagalan ini tentu menjadi bahan evaluasi besar bagi Juventus. Mereka kini harus segera bangkit dan mengalihkan fokus ke kompetisi domestik, sembari menjadikan pengalaman pahit ini sebagai pelajaran untuk tampil lebih kuat di masa mendatang.

Mungkin Anda Menyukai