Jakarta – Juventus disebut berada selangkah lebih maju dalam upaya mendatangkan Davide Frattesi pada bursa transfer Januari. Peluang tersebut muncul seiring keinginan sang gelandang untuk mencari klub baru demi mendapatkan waktu bermain yang lebih stabil, sesuatu yang belum sepenuhnya ia rasakan bersama Inter Milan.
Frattesi direkrut Inter dari Sassuolo pada musim panas 2023 setelah menunjukkan performa menjanjikan. Namun, pemain berusia 26 tahun itu belum mampu mengamankan tempat utama secara konsisten di skuad Nerazzurri.
Meski Inter belum menutup rapat pintu negosiasi, Juventus dinilai memiliki modal awal yang lebih kuat. Kebutuhan tim di lini tengah serta komunikasi positif dengan pihak Frattesi membuat Bianconeri berada di posisi yang menguntungkan dibanding peminat lain.
Juventus Serius Kejar Tanda Tangan Frattesi
Selama era kepelatihan Simone Inzaghi, Frattesi lebih sering berperan sebagai opsi cadangan yang memberi dampak dari bangku simpanan. Perannya semakin terbatas setelah perubahan di staf pelatih dan masuknya sejumlah pemain baru seperti Petar Sucic dan Andy Diouf.
Kondisi ini membuat Frattesi mulai memikirkan masa depannya, terutama demi menjaga peluang tampil di level internasional. Juventus memandang situasi tersebut sebagai kesempatan untuk memperkuat sektor tengah mereka pada paruh musim.
Kedekatan Frattesi dengan Luciano Spalletti, yang pernah bekerja sama dengannya di Timnas Italia, juga menjadi faktor tambahan yang dinilai dapat mempercepat proses adaptasi jika sang pemain bergabung ke Turin.
Pengamat transfer Italia, Matteo Moretto, menyebut Juventus berada di posisi terdepan meskipun ada ketertarikan dari klub lain seperti Fenerbahce. Menurutnya, keunggulan awal Juve bisa menjadi pembeda dalam proses negosiasi.
Sikap Inter dan Opsi Skema Transfer
Inter Milan tidak berniat melepas Frattesi dengan harga murah pada jendela transfer musim dingin. Manajemen klub lebih mengutamakan transfer permanen ketimbang solusi sementara.
Moretto menilai bahwa potensi kepergian Frattesi kini semakin nyata. Meski demikian, Inter tetap ingin menjaga nilai jual sang pemain dan tidak bersedia berkompromi terlalu jauh.
Salah satu opsi yang masih memungkinkan adalah kesepakatan peminjaman berbayar disertai kewajiban pembelian di akhir musim. Skema ini dinilai dapat menguntungkan kedua belah pihak jika negosiasi dengan Juventus semakin mengerucut.
Bagi Juventus, bursa Januari menjadi periode penting untuk merapikan keseimbangan lini tengah. Pilihan antara mendatangkan gelandang dinamis seperti Frattesi atau tipe pemain bertahan masih menjadi bahan evaluasi.
Apa pun keputusan akhirnya, posisi Juventus yang relatif lebih unggul saat ini memberi fleksibilitas lebih besar dalam menentukan bentuk penawaran kepada Inter Milan.
