Jurgen Klopp menolak pendekatan dari Manchester United dan Chelsea setelah resmi meninggalkan Liverpool. Hal tersebut diungkapkan oleh agen sekaligus penasihat kepercayaannya, Marc Kosicke.
Pelatih asal Jerman itu memilih mengambil jeda dari dunia kepelatihan usai mengakhiri masa baktinya di Anfield. Kini, Klopp kembali aktif dalam peran barunya sebagai Kepala Sepak Bola Global di Red Bull.
Selama menukangi Liverpool, Klopp mempersembahkan berbagai gelar prestisius, termasuk UEFA Champions League serta gelar Liga Inggris musim 2019-20—yang menjadi trofi liga pertama The Reds dalam 30 tahun. Ia juga menambah koleksi trofi dengan Piala FA, Piala Liga, dan Piala Dunia Antarklub.
Keputusannya mundur pada 2024 sempat mengejutkan publik, meski Klopp menegaskan langkah tersebut diambil karena kelelahan fisik dan mental.
Klopp Akui Energinya Habis
Klopp menjelaskan bahwa keputusan meninggalkan Liverpool bukanlah sesuatu yang mendadak. Ia telah mempertimbangkannya jauh hari sebelumnya.
Ia menegaskan kecintaannya terhadap klub, kota, pemain, serta staf tidak pernah berkurang. Namun, ia merasa energinya telah terkuras dan tak lagi mampu menjalani rutinitas kepelatihan dengan intensitas yang sama.
“Saya sudah memberi tahu klub sejak November. Saya tahu ini mengejutkan banyak orang, tetapi keputusan ini sudah saya pikirkan matang-matang,” ujar Klopp.
“Saya mencintai semuanya tentang klub ini. Namun energi saya habis, dan saya tidak bisa terus melakukan pekerjaan ini tanpa jeda,” tambahnya.
Tawaran dari Dua Raksasa Inggris
Marc Kosicke mengungkapkan bahwa sejumlah klub mencoba membujuk Klopp kembali ke dunia manajerial. Bahkan, Manchester United dan Chelsea sempat melakukan pendekatan.
Namun, Klopp menolak secara tegas karena tidak ingin melatih klub lain di Inggris setelah pengalamannya bersama Liverpool.
Menurut Kosicke, Klopp saat ini merasa puas dengan pencapaiannya dan menikmati perannya di Red Bull. Meski berbagai tawaran terus berdatangan, ia memilih tetap fokus pada tanggung jawab barunya.
“Bahkan Chelsea dan Manchester United sempat bertanya, meski Jurgen sudah jelas mengatakan tidak akan melatih klub Inggris lain. Tawaran terus datang, tetapi ia sangat bahagia dengan apa yang telah dicapainya,” ujar Kosicke kepada Transfermarkt.
Kosicke juga menyebut Klopp sebenarnya memiliki peluang untuk menangani tim nasional seperti Amerika Serikat, Inggris, atau bahkan Jerman sebelum posisi tersebut diisi oleh Julian Nagelsmann.
Akankah Klopp Kembali Melatih?
Dalam wawancara dengan The Athletic, Klopp mengaku menikmati kehidupannya jauh dari tekanan ruang ganti. Ia tidak merasa rindu terhadap rutinitas kepelatihan.
Meski kini berusia 58 tahun, Klopp menegaskan belum memiliki rencana kembali melatih dalam waktu dekat. Namun, ia tetap realistis bahwa situasi bisa berubah di masa depan.
“Itulah yang saya pikirkan sekarang. Tapi kita tidak pernah tahu. Jika saya kembali melatih di usia 65, orang-orang pasti akan mengingatkan bahwa saya pernah berkata tidak akan melakukannya lagi,” ujarnya.
“Untuk saat ini, saya tidak merindukan apa pun,” tutup Klopp.
