Judul: Skandal Negreira Memanas, Javier Tebas Tegaskan Barcelona Tak Pernah Suap Wasit

Skandal Negreira kembali memanas dan memasuki fase krusial. Presiden La Liga, Javier Tebas, akhirnya angkat bicara untuk meredam tudingan yang terus mengarah kepada FC Barcelona.

Kasus yang dikenal sebagai Caso Negreira ini menyeret nama Jose Maria Enriquez Negreira, mantan Wakil Presiden Komite Teknis Wasit (CTA) di bawah RFEF periode 2000–2018. Dugaan mencuat setelah terungkap adanya pembayaran dari Barcelona kepada Negreira, yang kemudian memicu tuduhan suap terhadap perangkat pertandingan.

Kasus ini pertama kali terungkap ke publik pada 15 Februari 2023 dan langsung mengguncang sepak bola Spanyol. Berbeda dengan kasus Barcagate yang berkaitan dengan citra internal klub pada era Josep Maria Bartomeu, skandal Negreira dinilai jauh lebih serius karena menyentuh integritas kompetisi.

Di tengah proses hukum yang masih berjalan, Real Madrid menjadi pihak yang paling vokal menyoroti kasus rival abadinya tersebut. Narasi tentang dugaan pembelian wasit terus digaungkan.

Namun Tebas menegaskan bahwa La Liga adalah pihak pertama yang melaporkan kasus ini ke kejaksaan, bukan Real Madrid. Ia menekankan bahwa proses hukum harus dihormati sesuai aturan yang berlaku.

“Kita berada di negara hukum dan aturannya memang seperti itu. Kami adalah pihak pertama yang pergi ke kejaksaan, bukan Real Madrid,” tegas Tebas.

Lebih lanjut, Tebas secara gamblang membantah narasi bahwa Barcelona membeli wasit untuk memengaruhi hasil pertandingan. Menurutnya, tudingan tersebut tidak memiliki dasar yang terbukti sejauh ini.

“Yang jelas Barcelona tidak membayar wasit seperti cerita yang dibangun,” ujarnya.

Tebas juga menyentil pernyataan Presiden Real Madrid, Florentino Perez, yang sebelumnya mengaitkan keputusan kontroversial wasit—termasuk insiden penalti terhadap Vinicius Junior di Pamplona—dengan kasus Negreira.

“Saya sangat menentang klaim bahwa wasit dibeli dan keputusan penalti itu adalah bagian dari kasus ini. Sistem peradilan pidana yang akan menentukan apakah ada unsur pelanggaran atau tidak,” pungkas Tebas.

Dengan pernyataan tersebut, polemik antara dua raksasa Spanyol kembali memanas, sementara publik masih menanti kepastian hukum dari kasus yang terus menjadi sorotan ini.

Mungkin Anda Menyukai