ASEAN Championship 2026 akan menjadi salah satu agenda krusial dalam kalender padat Timnas Indonesia tahun ini. Pelatih John Herdman menilai turnamen tersebut bukan sekadar kompetisi regional, melainkan bagian dari persiapan jangka panjang menuju level Asia.
Sebelum tampil di Piala AFF, Indonesia akan menjadi tuan rumah ajang FIFA Series pada Maret 2026. Selanjutnya, Skuad Garuda kembali menjalani laga uji coba dalam agenda FIFA Matchday pada Juni 2026.
Setelah Piala AFF rampung, Indonesia masih dijadwalkan tampil pada FIFA Matchday September–Oktober 2026. Seluruh rangkaian ini menjadi bagian dari persiapan menuju putaran final Piala Asia 2027 di Arab Saudi yang akan digelar Januari 2027.
Herdman menilai padatnya kalender internasional merupakan cerminan perkembangan sepak bola modern.
“Pemain dan staf ingin berada dalam ritme seperti ini. Inilah yang telah dibangun AFC dan FIFA di level internasional. Sekarang hampir tidak ada waktu jeda, dan itu bagus karena berarti progres, progres, progres,” ujar Herdman kepada ASEAN United.
Perubahan dalam Jeda Internasional
Herdman juga menyoroti perubahan situasi dibandingkan era sebelumnya. Dulu, sejumlah negara kerap melewatkan jeda internasional karena keterbatasan biaya atau kesulitan mencari lawan yang sesuai.
Kini, menurutnya, peluang untuk berkompetisi semakin terbuka dan terstruktur.
“Dulu Anda bisa saja melewatkan jendela internasional karena tidak mampu atau tidak mendapatkan lawan yang tepat. Sekarang situasinya berbeda, dan itu membuat semuanya lebih menarik,” jelasnya.
Uji Kedalaman Skuad
Bagi Herdman, seluruh agenda tersebut bermuara pada satu tujuan: tampil kompetitif di Piala Asia 2027. Ia menyebut Piala AFF 2026 sebagai momentum ideal untuk mengevaluasi kedalaman tim.
“Semua jalan menuju Piala Asia. Jadi ini adalah batu loncatan. Saya berharap di Piala AFF nanti bisa menguji kedalaman skuad dan melihat pemain mana, mungkin beberapa pemain muda, yang bisa berkembang dan melompat lewat turnamen itu,” pungkasnya.
