John Herdman Kandidat Kuat Pelatih Timnas Indonesia, Haris Pardede: Piala AFF 2026 Jadi Kunci

Meski belum diumumkan secara resmi oleh PSSI, peluang John Herdman untuk menukangi Timnas Indonesia terbilang cukup besar. Posisi pelatih kepala yang saat ini lowong disebut-sebut akan dipercayakan kepada juru taktik asal Inggris tersebut.

John Herdman, yang kini berusia 50 tahun, memiliki rekam jejak yang cukup mentereng. Ia pernah membawa Timnas Kanada tampil di Piala Dunia 2022, meski harus tersingkir di fase grup tanpa meraih kemenangan. Selain itu, Herdman juga sempat menangani Toronto FC, klub profesional Kanada yang berkompetisi di Major League Soccer (MLS) wilayah Konferensi Timur.

Rencana PSSI merekrut Herdman pun memantik beragam respons dari pecinta sepak bola Tanah Air, termasuk para pengamat. Sebagian mendukung, sementara lainnya lebih condong pada nama Giovanni van Bronckhorst yang juga sempat mencuat sebagai kandidat.

Sosok yang Tepat?

Pengamat sepak bola nasional, Haris Pardede, turut memberikan pandangannya terkait kemungkinan penunjukan John Herdman melalui kanal YouTube Nusantara TV.

Menjawab pertanyaan apakah Herdman sosok yang tepat menggantikan Patrick Kluivert, Haris menilai semuanya masih perlu dibuktikan melalui progres kerja nyata.

“Harapannya tentu seperti itu, karena jawabannya belum ada. Bukan tidak ada, tapi belum ada. Nanti kita akan lihat progresnya. Maret ada FIFA Series, lalu kalau tidak salah Juni masih ada satu FIFA Matchday. Setelah itu, Juli ada Piala AFF,” ujar Haris Pardede.

Menurutnya, tantangan pertama dan terdekat bagi John Herdman adalah Piala AFF 2026, yang idealnya harus dimenangkan.

“Nah, itu bisa jadi barrier pertama. Bukan soal menang atau kalah secara teknis, tapi kalau Piala AFF dan menurunkan tim terbaik, seharusnya bisa diselesaikan,” tambahnya.

Piala AFF Lebih Dulu

Pengamat yang juga jurnalis senior itu menegaskan bahwa siapa pun pelatih yang ditunjuk PSSI pasca pemecatan Patrick Kluivert, keberhasilan di Piala AFF menjadi kunci utama.

“Kita ini punya banyak preferensi soal pelatih. Ada yang ingin ini, ada yang ingin itu, bahkan ada yang ingin kembali ke Shin Tae-yong. Tapi siapa pun pelatihnya, Piala AFF itu kunci. Ini seperti obat penenang dulu, semacam pain killer sebelum masuk ke target yang lebih besar,” jelasnya.

Haris menyebut target utama berikutnya adalah Piala Asia 2027 di Arab Saudi.

“Memang belum menyembuhkan sepenuhnya. Bahkan kalau juara AFF pun nanti akan ada yang bilang, ‘Ah, sekarang kan pialanya lebih gampang.’ Tapi tetap saja itu pain killer. Pembuktian sebenarnya baru terjadi Januari 2027 di Piala Asia,” paparnya.

Target Piala Asia

Lebih lanjut, Haris menilai target realistis Timnas Indonesia di Piala Asia bukanlah menjadi juara, melainkan mampu bersaing dan lolos dari fase grup.

“Kalau juara itu berat, masuk final pun sulit. Tapi paling tidak lolos fase grup. Dari situ baru kita bisa bilang, ‘Oh, sepertinya kita sudah dapat pelatih yang memang oke,’” ujarnya.

Ia juga menilai rekam jejak Herdman relatif aman jika dibandingkan pelatih sebelumnya.

“Setuju atau tidak setuju itu wajar. Tapi sejauh ini tidak ada red flag besar. Kalau dibandingkan pelatih sebelumnya, jujur saja, banyak red flag di sejarahnya dan itu jadi beban untuk dia dan tim,” katanya.

“Yang sekarang ini tidak terlalu ada red flag. Tapi pembuktiannya tentu kita tunggu setahun ke depan. Kita lihat apakah sentuhannya benar-benar bisa mengubah Timnas Garuda,” pungkas Haris Pardede.

Mungkin Anda Menyukai