John Herdman Blusukan, Pengamat: Jangan Hanya Pantau Super League, Liga 2 Banyak Potensi untuk Timnas

John Herdman semakin aktif melakukan blusukan ke sejumlah pertandingan dan sesi latihan klub-klub BRI Super League 2025/2026.

Aksi proaktif pelatih anyar Timnas Indonesia ini mendapat respons positif dari kalangan pengamat sepak bola nasional. Salah satunya adalah pelatih senior asal Makassar, Toni Ho.

Toni Ho menilai kehadiran Herdman di laga Persija kontra Madura United di SUGBK dan saat Persita menghadapi Bhayangkara FC di Indomilk Arena, Tangerang, sangat penting untuk mengenal atmosfer kompetisi Indonesia.

“Idealnya pelatih baru harus seperti itu. Hadir langsung di pertandingan resmi akan membuka khazanah John Herdman tentang atmosfer kompetisi Indonesia. Sebagai pelatih berpengalaman, dia akan tahu kualitas pemain dan greget Super League itu sendiri,” ujar Toni Ho.


Lihat Infrastruktur dan Kualitas Pemain

Menurut Toni Ho, langkah Herdman menonton langsung pertandingan juga memungkinkan dirinya menilai pemain bidikan sesuai standar Timnas Indonesia.

“Kriteria Timnas Indonesia pasti berbeda dengan klub, karena level pertandingan Timnas sudah antarnegara. Saya berharap Herdman menemukan pemain baru yang sesuai kriterianya untuk diorbitkan di Timnas,” lanjutnya.

Toni Ho juga menyambut baik kunjungan Herdman ke tempat latihan Bali United, Persita, dan Persija Jakarta.

“Ini langkah bagus karena Herdman bisa berdiskusi langsung dengan pelatih dan pemain klub. Dia juga melihat langsung infrastruktur yang dimiliki klub,” katanya.


Saran: Pantau Juga Liga 2 (Championship)

Meski begitu, Toni Ho memberi saran penting: Herdman jangan hanya fokus pada Super League, tetapi juga melihat Liga 2 (Championship).

“Karena juga menangani Timnas Indonesia U-23, Herdman harus memantau Liga 2. Kasta kedua ini menyimpan banyak potensi pemain muda untuk Timnas U-23,” ucapnya.

Toni Ho bahkan menyarankan Herdman hadir secara diam-diam di laga Liga 2 agar bisa melihat pemain bermain secara natural.

“Lebih baik bila Herdman datang tanpa diketahui, sehingga pemain bermain normal dan tidak ‘pura-pura bagus’ demi terlihat menarik untuk masuk Timnas,” tuturnya.

Mungkin Anda Menyukai