John Herdman Bikin Timnas Indonesia Lebih Cair, Eks Bek Primavera: Skuad Garuda Makin Solid

Kehadiran John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia mulai menunjukkan dampak positif. Suasana tim yang lebih cair dan cepat menyatu dinilai menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai agenda besar ke depan.

Meski debut Herdman di ajang FIFA Series belum berakhir dengan gelar juara—Indonesia harus puas menjadi runner-up usai kalah dari Bulgaria di final—performa tim dianggap menunjukkan perkembangan yang menjanjikan.

Dengan waktu persiapan yang terbatas, Herdman mampu menyatukan pemain yang berkarier di Eropa dengan pemain dari kompetisi domestik. Hasilnya, permainan Skuad Garuda terlihat lebih padu dan kompetitif.

Tantangan berikutnya pun sudah menanti. Timnas Indonesia akan menjalani FIFA Matchday pada awal Juni, sebelum melanjutkan kiprah di Piala AFF yang digelar Juli hingga Agustus.


Fondasi Tim Mulai Terbentuk

Mantan bek Timnas Indonesia, Supriyono Prima, menilai kehadiran Herdman membawa dampak signifikan dalam membangun fondasi tim yang solid.

“Atmosfernya bagus, dan pendekatan pelatih menurut saya bisa membuat tim ini menjadi lebih solid. Pernyataan beliau soal keberagaman sebagai kekuatan juga sangat tepat,” ujarnya.

Menurut Supriyono, kombinasi pemain dari berbagai latar belakang justru menjadi nilai tambah. Hal itu mulai terlihat dalam dua pertandingan di FIFA Series.

“Pemain dari Eropa dan Liga domestik sama-sama punya kualitas. Itu sudah terlihat kemarin. Meski kalah di final, permainan mereka cukup impresif,” lanjutnya.


Persiapan Lebih Panjang Jadi Keuntungan

Supriyono juga menyoroti kemampuan Herdman dalam menerapkan strategi dalam waktu singkat. Ia menilai hal tersebut menjadi indikasi kuat bahwa tim ini memiliki potensi besar untuk berkembang.

“Game plan yang disiapkan dalam tiga sampai empat hari saja sudah berjalan baik. Sekarang ada waktu sekitar tiga bulan, apalagi jika ada pemusatan latihan, hasilnya bisa lebih maksimal,” jelasnya.

Pada FIFA Series lalu, Herdman bahkan memanggil hingga 41 pemain untuk melihat potensi secara menyeluruh. Dengan waktu persiapan yang lebih panjang, proses seleksi dan pematangan tim diyakini akan semakin optimal.


Peluang Masih Terbuka

Meski demikian, Supriyono meyakini Herdman sudah mulai memiliki kerangka tim utama. Namun, peluang tetap terbuka bagi pemain yang belum mendapat menit bermain.

Nama-nama seperti Egy Maulana Vikri, Ricky Kambuaya, Witan Sulaeman, hingga Ezra Walian masih berpeluang masuk dalam skema tim.

“Pelatih pasti sudah punya kerangka. Pemain yang belum tampil mungkin karena faktor kebugaran. Game plan yang diterapkan butuh stamina tinggi, sirkulasi bola cepat, dan timing yang tepat,” tambahnya.


Dengan waktu persiapan yang lebih panjang serta materi pemain yang melimpah, Timnas Indonesia kini memiliki peluang besar untuk tampil lebih kompetitif. Konsistensi dan pematangan strategi akan menjadi kunci bagi Skuad Garuda dalam menghadapi agenda besar ke depan.

Mungkin Anda Menyukai