Jakarta – Barcelona sukses membawa pulang kemenangan 2-0 atas Espanyol pada pekan ke-18 La Liga. Pertandingan yang berlangsung di RCDE Stadium, Minggu (4/1) dini hari WIB, ditentukan oleh gol Dani Olmo dan Robert Lewandowski.
Meski hasil pertandingan berpihak pada Blaugrana, perhatian publik tidak hanya tertuju pada skor akhir. Sosok kiper Barcelona, Joan Garcia, menjadi pusat sorotan ketika kembali menginjakkan kaki di stadion yang pernah menjadi rumahnya.
Kepindahan Garcia ke Barcelona rupanya masih menyisakan kekecewaan mendalam di kalangan pendukung Espanyol. Bagi sebagian suporter tuan rumah, langkah sang kiper hijrah ke rival sekota dianggap sebagai bentuk pengkhianatan.
Sejak sebelum pertandingan dimulai, atmosfer panas sudah terasa. Garcia menjadi sasaran utama kemarahan suporter Espanyol, membuat derby kali ini berlangsung dalam tensi tinggi.
Sambutan Panas di RCDE Stadium
Ketika Joan Garcia memasuki lapangan, reaksi keras langsung terdengar dari tribun. Siulan dan ejekan mengiringi setiap langkahnya, nyaris dari seluruh penjuru stadion.
Meski melakukan pemanasan jauh dari sektor ultras La Grada, Garcia tetap tak luput dari cemoohan. Nyanyian bernada kasar serta teriakan anti-Barcelona menggema cukup lama di dalam stadion.
Ketegangan memuncak saat laga berjalan. Sejumlah suporter Espanyol dilaporkan melemparkan tikus mainan ke arah lapangan sebagai bentuk simbolik kemarahan mereka.
Pihak penyelenggara pun mengambil langkah pengamanan ekstra dengan memasang jaring pelindung demi mencegah benda-benda dari tribun mencapai area permainan. Bahkan sebelum kick-off, terlihat lembaran uang tiruan bergambar wajah Joan Garcia berserakan di sekitar lapangan.
Ketegangan Berlanjut di Luar Stadion
Situasi panas tak hanya terjadi di dalam arena pertandingan. Di luar RCDE Stadium, suasana juga diwarnai protes keras dari pendukung Espanyol yang menyambut aktivitas tim dengan nyanyian bernada intimidatif.
Selain itu, sejumlah spanduk bernuansa kecaman turut terpampang di sekitar stadion. Garcia dilabeli dengan sebutan seperti “tikus” dan “Yudas”, simbol yang kerap digunakan suporter untuk menyindir pemain yang dianggap berkhianat.
Tulisan-tulisan tersebut menunjukkan bahwa kepindahan Joan Garcia ke Barcelona masih menjadi luka terbuka bagi sebagian pendukung Espanyol. Meski waktu telah berlalu, rasa kecewa itu belum sepenuhnya mereda.
