Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (didukung Israel) memunculkan spekulasi terkait keikutsertaan Iran di Piala Dunia 2026. Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menyatakan secara terbuka bahwa keikutsertaan Iran kini berada dalam tanda tanya besar.
Jika Iran benar-benar mundur, slot mereka harus segera diisi demi menjaga kelancaran turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Regulasi FIFA soal Tim Pengganti
Menurut regulasi FIFA:
-
Tim pengganti biasanya berasal dari runner-up jalur play-off kualifikasi di konfederasi yang sama.
-
Prioritas tetap berada di zona AFC (Asia).
-
Contohnya, Uni Emirat Arab (UEA) menjadi tim dengan peringkat tertinggi yang gagal lolos langsung. UEA kalah agregat 2-3 dari Irak di play-off kontinental.
-
FIFA kemungkinan mempromosikan Irak langsung ke putaran final sebagai pengganti Iran, sementara UEA beralih ke jalur play-off antarkonfederasi.
Peluang Timnas Indonesia
Peluang Indonesia untuk menggantikan Iran sangat kecil:
-
Indonesia finis ketiga Grup B di putaran keempat kualifikasi Asia, di bawah Arab Saudi dan Irak.
-
Dibanding Oman (ketiga Grup A), Indonesia masih tertinggal: Oman meraih satu poin di putaran keempat, sedangkan Indonesia tidak meraih poin sama sekali.
-
Prioritas selalu diberikan kepada tim dengan prestasi lebih dekat secara kualitatif, sehingga UEA dan Irak memiliki legitimasi jauh lebih kuat.
Kesimpulannya, meski ada isu Iran mundur, secara regulasi Timnas Indonesia hampir pasti tidak akan langsung dipilih sebagai pengganti. Slot kemungkinan besar tetap diberikan kepada tim runner-up yang lebih berprestasi di AFC.
