Pengujung tahun 2025 menjadi periode sulit bagi gelandang Arema FC, M. Rafli. Ia menjadi sasaran kritik tajam Aremania setelah melakukan blunder fatal saat Arema menghadapi Persita Tangerang di lanjutan BRI Super League.
Laga yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Selasa (30/12/2025), berakhir dengan kekalahan Arema FC 0-1. Kesalahan Rafli di menit-menit akhir pertandingan menjadi awal terciptanya gol tunggal Persita.
Usai pertandingan, akun Instagram Rafli dibanjiri kritik dari suporter. Tercatat lebih dari 2.800 komentar muncul di unggahan terakhirnya. Sebagian warganet bahkan meminta Rafli meninggalkan Arema FC karena performanya dinilai terus menurun.
Tak sedikit pula komentar bernada satire yang menyarankan Rafli berpindah peran menjadi manajer, mengingat statusnya sebagai menantu pemegang saham mayoritas Arema FC, Iwan Budianto.
Blunder di Menit Akhir
Perlu dicatat, Rafli baru masuk di kurang dari 10 menit terakhir pertandingan. Namun, dalam waktu singkat itu ia melakukan kesalahan krusial.
Saat mencoba menggiring bola di lini tengah, Rafli kehilangan penguasaan. Bola berhasil direbut pemain Persita dan berujung serangan balik cepat yang berakhir gol. Momen tersebut menjadi salah satu titik terburuk dalam kariernya bersama Singo Edan.
Usai peluit akhir, Rafli tak kuasa menahan tangis. Ia menutup wajahnya dengan jersey sejak di lapangan hingga menuju ruang ganti, terlihat terpukul dan enggan menatap tribun suporter.
Dukungan dari Tim
Hingga kini, Rafli belum memberikan pernyataan resmi. Namun, ia tetap membuka kolom komentar di media sosialnya. Mental Rafli sejatinya bukan hal baru diuji, mengingat musim lalu ia juga sempat mendapat kritik akibat performa yang menurun.
Musim ini, Rafli baru tampil empat kali dan seluruhnya sebagai pemain pengganti. Sayangnya, kesempatan bermain yang didapat kali ini justru berujung kesalahan fatal.
Meski demikian, dukungan tetap datang dari internal tim. Asisten pelatih Arema FC, Kuncoro, menunjukkan empatinya terhadap sang pemain.
“Kasihan Rafli. Sekarang dia berada dalam situasi yang sulit,” ujar Kuncoro.
Rekan setimnya, Yann Motta, juga terlihat mendampingi Rafli saat meninggalkan Stadion Kanjuruhan.
Karier Panjang Bersama Singo Edan
M. Rafli bukan sosok asing di Arema FC. Ia telah membela Singo Edan selama delapan tahun, sejak memulai karier profesional pada 2017. Arema FC menjadi satu-satunya klub yang pernah ia bela di level profesional.
Rafli sempat digadang-gadang sebagai striker masa depan Indonesia setelah menjadi andalan Timnas Indonesia U-19 dan U-22. Namun, kariernya di level klub berjalan naik turun. Ironisnya, di usia emas, kesempatan bermain justru semakin terbatas.
Kini, Rafli dihadapkan pada ujian berat—bukan hanya soal performa di lapangan, tetapi juga ketangguhan mental untuk bangkit dari tekanan publik.
