Bek Persija Jakarta, Dony Tri Pamungkas, menegaskan bahwa timnya telah menyiapkan mental dan strategi untuk bangkit saat menghadapi Bali United. Laga pekan ke-21 Super League Indonesia 2025/2026 akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Minggu (15/2/2026), dan menjadi momen penting bagi Macan Kemayoran untuk kembali ke jalur kemenangan.
Persija datang ke Bali dengan tekad kuat memperbaiki hasil setelah pada pekan sebelumnya harus mengakui keunggulan Arema FC dengan skor 0-2. Kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi tim pelatih maupun para pemain. Dony menyebut atmosfer ruang ganti sempat terasa berat, namun situasi itu justru memantik semangat tim untuk bekerja lebih keras.
Menurutnya, seluruh pemain menyadari bahwa performa saat menghadapi Arema belum mencerminkan kualitas Persija yang sesungguhnya. Beberapa detail kecil, terutama dalam menjaga konsentrasi dan efektivitas serangan, menjadi perhatian utama selama sesi latihan dalam sepekan terakhir.
Menghadapi Bali United di kandang lawan tentu bukan tugas mudah. Tim tuan rumah dikenal solid saat bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Namun Dony menilai Persija memiliki modal yang cukup untuk memberikan perlawanan sengit. Ia menekankan pentingnya disiplin bertahan serta keberanian dalam memanfaatkan peluang ketika transisi menyerang.
Selain aspek taktik, faktor mental juga menjadi sorotan. Dony mengungkapkan bahwa para pemain senior berperan besar dalam menjaga kekompakan tim. Komunikasi di ruang ganti disebut semakin intens, dengan tujuan memastikan seluruh skuad tetap fokus pada target bersama.
Persija sendiri masih memiliki ambisi besar di musim ini. Posisi klasemen yang ketat membuat setiap pertandingan bernilai krusial. Kemenangan atas Bali United akan menjadi dorongan moral signifikan sekaligus memperbaiki posisi tim di papan persaingan.
Duel di Gianyar diprediksi berlangsung panas mengingat kedua tim sama-sama membutuhkan poin penuh. Bagi Persija, laga ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka mampu bangkit dari tekanan dan kembali menunjukkan karakter sebagai salah satu kekuatan utama di kompetisi domestik
