Pelatih Timnas Bulgaria, Aleksandar Dimitrov, membagikan pengalamannya mengenai atmosfer sepak bola di Indonesia. Ia menilai antusiasme publik Tanah Air terhadap sepak bola begitu luar biasa.
Menurut Dimitrov, ribuan orang bahkan bisa datang hanya untuk menyaksikan sesi latihan. Hal itu menjadi salah satu kenangan paling membekas selama dirinya berkarier di Indonesia.
Dimitrov juga mengonfirmasi bahwa Timnas Bulgaria akan ambil bagian dalam FIFA Series 2026 yang digelar di Indonesia pada Maret mendatang. Turnamen tersebut akan diikuti tuan rumah Timnas Indonesia, Timnas Kepulauan Solomon, serta Timnas Saint Kitts dan Nevis. Keempat negara dijadwalkan memainkan dua pertandingan.
“FIFA telah mengonfirmasi partisipasi kami di turnamen di Indonesia. Ini adalah edisi kedua dan terus berkembang, memberi kami kesempatan menghadapi gaya sepak bola dari benua lain dengan mentalitas berbeda,” ujar Dimitrov, dikutip dari Top Sport.
Pernah Tiga Tahun di Indonesia
Dimitrov bukan sosok asing bagi sepak bola Indonesia. Saat masih aktif sebagai pemain, ia pernah memperkuat Persipura Jayapura pada periode 2003 hingga 2005.
Setelah gantung sepatu pada 2006, ia melanjutkan karier sebagai pelatih dan sempat menjadi asisten di Persipura ketika tim tersebut ditangani Ivan Kolev.
“Saya menghabiskan tiga tahun yang luar biasa di Indonesia. Di sana, sepak bola adalah agama,” kenangnya.
“Bahkan dalam sesi latihan saja bisa hadir 5.000 orang,” tambah Dimitrov.
Perjalanan Karier Kepelatihan
Pengalaman Dimitrov di Indonesia tak berhenti di level klub. Ia juga sempat menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia dan mendampingi skuad Garuda di ajang Piala Asia 2007.
Sekembalinya ke Eropa, ia dipercaya menangani Bulgaria U-17 dalam dua periode, lalu naik ke Bulgaria U-18 sebelum akhirnya ditunjuk sebagai pelatih tim nasional senior dengan kontrak dua tahun.
Sejauh ini, Dimitrov telah memimpin Bulgaria dalam empat pertandingan. Hasilnya, dua kekalahan dari Turki (1-6 dan 0-2), takluk 0-4 dari Spanyol, serta satu kemenangan dengan skor 2-1.
Kini, ia bersiap kembali ke Indonesia—kali ini sebagai pelatih kepala Bulgaria—untuk merasakan lagi atmosfer sepak bola yang pernah ia sebut sebagai “agama.”
