Tradisi Boxing Day yang selama puluhan tahun identik dengan pesta sepak bola Liga Inggris pada 26 Desember mengalami perubahan besar pada musim 2025. Jika biasanya para pencinta Premier League disuguhkan deretan pertandingan sejak siang hingga malam, kali ini kalender kompetisi justru terlihat lengang. Hanya satu laga yang dijadwalkan berlangsung pada Boxing Day, sebuah situasi yang belum pernah terjadi sejak era Premier League dimulai pada 1992.
Keputusan ini langsung menjadi sorotan karena Boxing Day selama ini dikenal sebagai salah satu momen paling ikonik dalam kalender sepak bola Inggris. Atmosfer stadion yang meriah, jadwal padat antar-klub, hingga tradisi menonton bersama keluarga menjadi ciri khas yang selalu dinanti. Namun pada 2025, nuansa tersebut sedikit bergeser dengan minimnya jumlah pertandingan yang dimainkan pada tanggal tersebut.
Meski hanya menghadirkan satu partai, padatnya jadwal Liga Inggris tetap tidak bisa dihindari. Memasuki periode akhir tahun, agenda pertandingan kembali menumpuk dengan jarak waktu yang sangat berdekatan. Klub-klub Premier League harus bersiap menghadapi rangkaian laga intens dalam hitungan hari, mulai dari pekan sebelum Natal hingga pergantian tahun.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pelatih dan pemain. Rotasi skuad, manajemen kebugaran, serta strategi jangka pendek menjadi faktor krusial agar tim tetap kompetitif. Dengan jadwal yang padat merayap, risiko kelelahan dan cedera juga meningkat, terutama bagi klub yang masih berlaga di kompetisi domestik maupun Eropa.
Perubahan wajah Boxing Day 2025 ini menandai era baru dalam pengaturan kalender Liga Inggris. Meski tradisi sedikit bergeser, tensi persaingan dipastikan tetap tinggi. Pertarungan menuju papan atas klasemen hingga perjuangan menghindari degradasi tetap akan mewarnai penutupan tahun, menjadikan akhir musim liburan tetap panas meski Boxing Day berlangsung lebih sunyi dari biasanya.
