Italia kembali menorehkan catatan kelam dalam sejarah sepak bolanya setelah gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Kekalahan dramatis melalui adu penalti melawan Bosnia-Herzegovina membuat mimpi Gli Azzurri kembali kandas.
Pertandingan berlangsung sengit sejak awal. Italia sempat unggul lebih dulu lewat gol indah Moise Kean di babak pertama setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Bosnia. Namun situasi berubah ketika Alessandro Bastoni harus menerima kartu merah, membuat Italia bermain dengan 10 orang.
Bosnia-Herzegovina memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk terus menekan. Usaha mereka membuahkan hasil di menit-menit akhir ketika Haris Tabakovic menyambar bola rebound hasil penyelamatan Gianluigi Donnarumma, memaksa laga berlanjut ke babak adu penalti.
Di babak penentuan, dua eksekutor Italia, Pio Esposito dan Bryan Cristante, gagal menjalankan tugasnya. Sementara Bosnia tampil sempurna dan memastikan kemenangan bersejarah yang membawa mereka lolos ke turnamen besar untuk kedua kalinya.
Pelatih Italia, Gennaro Gattuso, tak kuasa menahan emosi setelah pertandingan. Ia menyebut kekalahan ini sebagai pukulan berat bagi seluruh sepak bola Italia dan mengakui masa depan tim kini berada dalam kondisi yang sulit.
Kekalahan ini menambah panjang daftar kegagalan Italia di panggung dunia. Setelah menjadi juara dunia empat kali dan terakhir mengangkat trofi pada 2006, kini Italia justru harus menerima kenyataan pahit absen di tiga edisi Piala Dunia berturut-turut.
Situasi ini memunculkan pertanyaan besar tentang masa depan sepak bola Italia. Mulai dari regenerasi pemain yang mandek, kompetisi domestik yang menurun, hingga sistem pengembangan pemain muda yang dinilai belum maksimal.
Di sisi lain, Bosnia-Herzegovina merayakan sejarah baru bersama kapten veteran Edin Džeko, yang kembali membawa negaranya tampil di panggung dunia.
Dari kejayaan menjadi juara dunia hingga kini tersingkir berulang kali, Italia sedang berada dalam fase tersulitnya. Sebuah era yang menuntut perubahan besar jika mereka ingin kembali ke level tertinggi sepak bola dunia.
